oleh

Calon Kepala Desa Tewas Dicelurit di Depan Istri, Ternyata Ini Dia Pelakunya

PAMEKASAN – Miarto, seorang.calon kepala desa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tewas disabet celurit, di depan istrinya di tepi jalan raya, di Desa Ponjanan Barat, Kecamatan Batumarmar, Selasa (1/3/2022).

Pelakunya, AH diringkus Satreskrim Polres Pamekasan saat melarikan diri setelah menghabisi Miarto di depan anak istri korban.

“Pelaku ditangkap di wilayah Kecamatan Karang Penang Sampang, dua hari setelah kejadian,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Tommy Prambana.

Baca Juga:   Begal di Sumenep Ditembak Mati Saat Beraksi di Jalanan, Begini Kronologinya

Polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. Pelaku diperiksa secara intensif untuk mengungkap motif sebenarnya.

Berdasarkan keterangan pelaku dan hasil penyelidikan polisi, awalnya korban dan istri berboncengan sepeda motor dari arah Desa Ponjenan Timur, sehabis pulang dari mertuanya di wilayah Kecamatan Waru.

Setibanya di Jalan Raya Ponjenan Barat, Kecamatan Batu Marmar, korban ditabrak oleh mobil pikap dari arah belakang.

Saat itulah korban dihampiri pelaku AH (36) dan diserang tanpa ampun.

Baca Juga:   Di Kuningan, Para Calon Kepala Desa Dites Urine oleh BNN

“Pelaku marah saat mengetahui korban seperti mengeluarkan senjata tajam dari pinggangnya. Kemudian pelaku juga ikut mengeluarkan senjata tajam berupa celurit dan menebas korban,” katanya.

Miarto adalah calon kepala desa nomor urut lima. Ia tewas bersimbah darah dengan luka menganga di lehernya.

Berdasarkan video amatir yang beredar, korban Miarto tewas mengenaskan di jalan raya.

Lehernya luka parah bekas tebasan celurit orang tak dikenal. Istri korban pun menangis histeris di samping korban. Sementara puluhan warga berdatangan.

Baca Juga:   Begal Payudara Keok di Tangan Team Dhemit

Belum diketahui motif pembunuhan sadis tersebut. Dugaan sementara berkaitan dengan pencalonannya sebagai kepala desa.

Saat diperiksa, pelaku mengakui perbuatannya telah membacok korban di pinggir jalan Desa Ponjenan Barat.

“Hasil pemeriksaan kami, antara korban dan pelaku tidak saling mengenal,” kata AKP Tomy Prambana.

Tomy juga mengaku belum mengetahui dalang di balik pembunuhan sadis ini. (*/Siberindo.co)

Berita Lainnya