oleh

Setelah Melahirkan, Korban Rudapaksa Oknum Guru Ponpes di OKU Selatan Diajak Nikah Siri 

MUARA DUA – Pemerkosaan terhadap santriwati oleh guru sekakigus pemilik Pondok Pesantren Darul Ulum berinisial MST (50) di Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, meninggalkan luka yang mendalam bagi korban dan keluarga.

SBM (52) ayah santriwati asal desa Sidodadi itu menceritakan, bagaimana hatinya hancur saat mengetahui anak kesayangannya jadi korban rudapaksa oleh gurunya sendiri.

“Saya benar-benar marah, geram dan kecewa ketika kami mengetahui kenyataan pahit itu,” ujar SBM saat ditemui di kediamannya Senin (3/1/2022).

Menurut SBM, selama anaknya di Ponpes, ia dan istrinya tidak mengetahui bahwa anak perempuannya itu hamil hingga melahirkan, akibat perbuatan bejat pelaku.

“Saya baru tahu disaat pak kiyai (pelaku) menghubungi kami. Saat itu pak kiyai memberitahu jika anak saya sakit parah dan melahirkan,” kata SBM.

Baca Juga:   Sadis! Bocah 12 Tahun Diperkosa, Disetrum, Lalu Ditenggelamkan hingga Tewas

Lebih lanjut SBM mengatakan, setelah mendapat kabar itu ia langsung menuju ponpes tempat anaknya tersebut.

Setiba di Ponpes, SBM yang khawatir mengenai keadaan anaknya, lalu mempertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab atas perbuatan tersebut.

“Pak kiyai menjawab, bapak gak usah bingung, biar nanti pak yayi yang bertanggung jawab,” ujar SBM.

Dia yang belum menyadari keadaan sebenarnya hanya menerima perkataan pelaku.

Namun warga sekitar yang mengetahui adanya santriwati melahirkan di Ponpes, merasa ada yang tidak beres, sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buay Pemaca.

Setelah pelaku ditangkap dan ditahan, SBM menyerahkan proses hukum sepenuhnya ke pihak berwajib.

“Soal hukum saya tidak paham dan tidak mengerti, saya serahkan ke pihak kepolisian, bapak-bapak itu yang lebih tahu,” katanya.

Baca Juga:   Polres OKU Selatan Ringkus Empat Pemalsu Surat Hasil Rapid Antigen

Sementara itu, SN (19) mengaku, ia sempat menolak dan melawan saat dipaksa untuk melayani nafsu bejat gurunya. Namun karena kalah kuat akhirnya peristiwa itu terjadi.

“Setelah lebih kurang satu bulan dari kejadian itu, saya tidak menstruasi lagi. Saya ceritakan pada pak kiyai, lalu pak kiyai mengatakan, saya sedang sakit. Sakit parah dan yang ada di dalam perut ini kiriman dari musuh pak kiyai,” katanya berkisah.

Lebih lanjut SN juga mengatakan, selama ia hamil selalu dikatakan sakit, dan berbagai alasan yang dilontarkan pelaku.

“Untuk periksa ke dokter atau puskesmas terdekat pun, saya tidak diizinkan oleh pak yayi. Begitu juga jika ingin memberitahu orang tua,” ujarnya.

Dikatakan SN, selama belum melahirkan ia selalu diobati oleh pelaku dengan alasan agar penyakit yang di derita bisa sembuh.

Baca Juga:   Gabungan Organisasi Wanita OKU Selatan Gelar Gebyar Vaksinasi Anak

Begitu juga pada saat ia melahirkan di kamar mandi, pelaku mengatakan bahwa bayi itu titipan jin.

“Sebelum melahirkan di hari itu, saya juga baru saja diobati oleh pak kiyai. Tiba-tiba perut saya sakit rasa ingin BAB. Saya minta bantuan seorang teman untuk mengambilkan air untuk mengisi bak di kamar mandi. Di dalam kamar mandi itulah saya melahirkan,” ujarnya.

SN juga mengatakan, setelah melahirkan bayi itu, dia langsung diajak nikah siri oleh pelaku dengan alasan pengobatan.

“Pak kiyai langsung menikahi saya secara siri, tanpa ada penghulu dan wali,” katanya.

Setelah semua kejadian yang menimpanya itu, korban berharap pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah merusak masa depan dan kebahagiaannya. (Ayik/ Red/ wartaterkini.news)

Berita Lainnya