JAKARTA – Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan tidak mendatangi tempat berkerumun.
Demikian dikatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Selasa (5/1).
“Meskipun vaksinasi minggu depan sudah dimulai, saya minta untuk tetap kita waspada, tidak lengah disiplin terhadap protokol kesehatan. Karena kuncinya ada di situ sampai nanti vaksinasi ini selesai,” jelasnya.
Presiden Jokowi meminta vaksinasi Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia dapat selesai kurang dari setahun. Berdasarkan hitungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, vaksinasi di Tanah Air akan selesai dalam 15 bulan.
“Tapi masih saya tawar, kurang dari setahun harus selesai,” katanya.
Presiden Jokowi menegaskan, seluruh pihak harus bekerja keras untuk menyelesaikan pandemi Covid-19.
Dengan program vaksinasi ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pandemi dan aktivitas kembali normal.
“Kita berharap dengan dimulainya vaksinasi ini kita akan bisa menangani dan mengendalikan Covid-19,” jelasnya.
Dalam rangka penyelenggaraan vaksinasi, pemerintah telah mendistribusikan 700.000 dosis vaksin ke 34 provinsi.
Presiden Jokowi memastikan bahwa proses distribusi vaksin akan terus berlanjut mengingat Indonesia telah mengamankan 3 juta dosis vaksin.
“Insya Allah minggu depan juga akan datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku, bulk yang nanti akan diproduksi oleh Biofarma. Sehingga juga langsung nanti jadi, kirim ke daerah lagi untuk vaksinasi,” jelasnya.
Untuk tahap pertama vaksin akan diberikan kepada para tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga perawat di rumah sakit. Kemudian para TNI, Polri, dan guru. Berlanjut ke masyarakat umum yang divaksinasi.
Presiden Jokowi sendiri akan menjadi penerima vaksin Covid-19 pertama di Indonesia. Keputusan ini diambil guna meyakinkan masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman.
“Saya juga ingin tegaskan lagi nanti saya yang akan menjadi penerima pertama divaksin pertama kali,” katanya. (ant/sam)











Komentar