Salah satu warga setempat, Sudirman Abu, mengungkapkan fenomena kemunculan buaya ini kerap terjadi pada pagi, siang dan sore hari.
“Yang jelas kita khawatir dengan kemunculan buaya tersebut. Karena anak-anak tiap hari main di sungai, takutnya buaya itu menyerang anak-anak,” kata Sudirman kepada wartawan, Jumat sore (3/12/2021).
Keresahan Sudirman dan warga lainnya di daerah ini akibat kemunculan buaya, bukannya tanpa alasan. Sebab, beberapa tahun lalu ada warga yang ditemukan meninggal di sungai ini, diduga akibat serangan buaya.
“Ada, pada tahun 2019 kalau tidak salah. Orang dari Wonomulyo, saya sendiri yang angkat mayatnya dari situ,” ungkapnya.
Sejauh ini warga belum mengetahui penyebab, sehingga buaya tiba-tiba kembali bermunculan di sungai ini. Namun demikian, warga lainnya Aco mengatakan, jika dirinya pernah melihat buaya dengan ukuran yang lebih besar, berada dalam aliran sungai Lembong Bosi.
“Saya selalu lihat, tapi ada yang lebih besar, ukurannya seperti batang pohon kelapa. ada beberapa ekor, tapi yang lain sudah berpindah tempat,” tutur Aco dalam bahasa Mandar.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, Aco meminta warga untuk tetap waspada, serta tidak mengganggu buaya tersebut.
Berdasarkan pantauan wartawan, buaya yang sempat terlihat berenang dalam sungai Lembong Bosi, diperkirakan berukuran sepanjang dua meter. Sesekali buaya berwarna kecoklatan, dengan kombinasi warna hitam pada bagian ekor, tampak menepi di bantaran sungai di bawah akar pepohonan.
Sejak kabar kemunculan buaya ini beredar, hampir setiap hari lokasi kemunculan buaya dipadati warga setempat. Selain ingin melihat langsung wujud buaya tersebut, tidak sedikit warga yang ingin mengabadikan momen kemunculan buaya tersebut.(thaya/sulaeman rahman)










