“Kami masih terus lakukan pencatatan transaksi, baik yang real maupun potensial. Antusiasme pengunung dan buyer sangat tinggi selama pameran. penjajakan dan pembicaraan diluar jam pameran maupun setelah pameran ditutup,” ungkap Eric Gokasi Nababan, Atase Perdagangan RI Ankara.
Porsi terbesar transaksi dicatatkan dari produk kopi, rempah dan green bean kopi yang menjadi andalan Indonesia. Dalam kesempatan pameran tersebut, empat Nota Kesepahaman (MoU) telah ditandatangai oleh peserta Indonesia dengan perusahaan asal Turki untuk transaksi produk kopi dan coklat. Turut pula menyumbang nilai transaksi yang signifikan antara lain produk cabai kering, makanan dan minuman, produk furnitur, rempah-rempah, serta produk lifestyle.
Selain dikunjungi oleh potential buyers dan pengunjung umum, Paviliun Indonesia yang tampil apik dengan 24 eksportir, yang dikurasi bersama oleh KBRI Ankara dan Kementerian Perdagangan, juga dikunjungi oleh Wakil Presiden Turki, Fuat Oktay. Dalam kunjungan tersebut Wapres Turki secara khusus memberikan perhatian kepada Fintec Syariah Indonesia, Alami Peer to Peer Landing, yang juga berpartisipasi dalam pameran tersebut dan mendapatkan perhatian dari sejumlah angel investor Turki.
“Sambutan pasar produk halal cukup antusias dengan produk-produk halal Indonesia. Meskipun negara-negara lain sudah jauh lebih dahulu memulai, masih ada peluang besar bagi Indonesia untuk rebranding dan menjadi pemain penting dalam pasar produk halal dunia. Perlu upaya persisten dan berkesinambungan dari semua pihak”, ujar Lalu M. Iqbal, Duta Besar RI Ankara, mengomentari hasil pameran selama 4 hari tersebut.
The 8th OIC Halal Expo 2021 berlangsung 25 – 28 November 2021. Pameran halal terbesar di dunia yang berlangsung setiap tahun di Istanbul, Turki, tersebut pada tahun ini diikuti oleh leboh dari 19 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) maupun negara non-anggota OKI. Di sela-sela kegiatan pameran juga berlangsung kompetisi kuliner halal dan Halal Summit. Dalam kompetisi kuliner halal, peserta Indonesia mendapat predikat juara pertama untuk kategori Perguruan Tinggi. (has/KBRI Ankara)










