JAKARTA — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat meluncurkan lima ajang penghargaan bergengsi menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026, dengan total hadiah lebih dari Rp500 juta.
Namun, lebih dari sekadar penghargaan, inisiatif ini membawa pesan penting: menghidupkan kembali semangat etika dan integritas jurnalistik di tengah tantangan era digital.
Peluncuran yang digelar di Sekretariat PWI Pusat, Jakarta, Selasa (4/11/2025), dipimpin oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal PWI Zulmansyah Sekedang, yang juga menjabat Ketua Panitia HPN 2026, serta pengurus PWI lainnya.
Kelima penghargaan itu meliputi Anugerah Jurnalistik Adinegoro, SIWO Award, Press Card Number One (PCNO), Tribrata Award, dan Lomba Foto “Banten Terkini”.
Seluruhnya melengkapi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang telah lebih dulu diluncurkan pada 20 Oktober lalu.
Akhmad Munir menegaskan, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi bagi insan pers dan mitra kerja, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai dasar profesi wartawan: kredibilitas, tanggung jawab sosial, dan independensi.
“Anugerah Adinegoro adalah penghargaan tertinggi bagi wartawan Indonesia. Kami ingin ajang ini menjadi cermin dari semangat jurnalisme yang berintegritas, beretika, dan mengedepankan kepentingan publik,” ujar Munir.
Munir menilai, di tengah derasnya arus informasi dan maraknya berita tanpa verifikasi, jurnalis perlu kembali meneguhkan komitmen terhadap kode etik.
Karena itu, setiap penghargaan yang diluncurkan PWI Pusat dirancang untuk mendorong profesionalisme di berbagai bidang liputan.
SIWO Award, misalnya, diberikan oleh Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI sebagai bentuk apresiasi kepada atlet, pelatih, pembina, dan kepala daerah yang berperan dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional.
Sedangkan PCNO ditujukan bagi wartawan senior dan tokoh pers yang menjadi panutan dalam menjaga marwah profesi.
“PCNO adalah simbol keteladanan. Melalui penghargaan ini, kami ingin menegaskan bahwa profesi wartawan memerlukan dedikasi jangka panjang dan tanggung jawab moral,” kata Munir.
Untuk pertama kalinya, PWI juga memperkenalkan Tribrata Award, hasil kolaborasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Penghargaan ini diberikan kepada wartawan dengan karya terbaik mengenai profesionalisme dan pengabdian Polri dalam menjaga keamanan masyarakat.
“Tribrata Award diharapkan menjadi ruang bagi wartawan untuk menulis dengan perspektif konstruktif tentang kiprah kepolisian,” ujarnya.
Adapun Lomba Foto “Banten Terkini” digelar untuk mengabadikan potret dinamika Provinsi Banten, tuan rumah HPN 2026.
PWI berharap ajang ini memperkuat hubungan antara jurnalis, daerah, dan masyarakat melalui visual yang merekam perubahan dan kemajuan.
Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang menambahkan, total hadiah setengah miliar rupiah bukan sekadar daya tarik, melainkan bukti komitmen organisasi dalam memberikan penghargaan yang bermakna.
“Kami ingin setiap peserta merasakan bahwa penghargaan ini bukan hanya soal hadiah, tapi pengakuan atas dedikasi dan etika dalam berkarya,” ujar Zulmansyah.
Menutup acara, Akhmad Munir meluncurkan seluruh rangkaian ajang tersebut dengan pembacaan basmalah, menandai dimulainya perhelatan penghargaan bagi insan pers Indonesia menuju HPN 2026 yang mengusung semangat Pers Bermartabat untuk Bangsa. *










