oleh

Sepanjang 20 Km Jalan Trans Papua Nabire-Ilaga Tertutup Longsoran

NABIRE – Sepanjang 20 kilometer badan jalan Trans Papua Nabire-Ilaga di kilometer 80 hingga kilometer 100 nyaris tertutup lantaran tumbangan pepohonan disertai longsoran tanah bercampur batu.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/11/2020) pukul 17.56 WIT. Demikian seperti dikutip www.papuaposnabire.com grup siberindo.com.

Bencana tersebut terjadi lantaran intensitas hujan yang cukup lebat mengguyur kawasan tersebut diperkirakan selama 6 jam.

Sopir taxi, Ferdy yang melintas di kawasan tersebut kepada wartawan mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan sopir hendak mengantar penumpang tujuan Dogiyai, Deiyai dan Paniai terhenti di KM 80, dan balik kanan kembali ke Nabire.

“Saya dengan beberapa teman ada bawa naik penumpang ke Dogiyai, Deiyai dan Paniai kemarin sore, tapi kami kembali ke Nabire dari Km 80 karena sepanjang jalan dari kilo 80 sampai dengan kilo 100 itu terjadi longsor,” tutur Ferdi di Terminal Pasar Karang Tumaritis, Selasa (3/11/20).

Ferdy mengaku, dirinya belum mengetahui persis berapa jumlah titik longsor yang menutupi badan jalan tersebut.

Namun hanya membeberkan titik-titik kerawanan longsor yang ia ketahui sebelumnya sepanjang kawasan tersebut.

“Kalau tidak salah dari KM 80 sampai dengan KM 100 ada lima titik, tiga titik itu memang sebelumnya juga sempat longsor, dan ada dua titik patahan tanah di tebing jadi paling di daerah-daerah itu yang longsor,” rinci Ferdy menduga-duga.

Ferdy mengaku, setibanya di KM 80 belum ada alat berat yang beroperasi melonggarkan badan jalan yang tertimbun tersebut.

“Kami tiba di KM 80, tidak ada alat berat yang kerja bersihkan longsoran di sana. Kalau mulai pagi ini tidak tahu,” katanya.

Informasi yang didapat dari salah seorang warga Dogiyai, Andreas Gobay, longsor yang ia temui berada di KM 80, jalan Trans Nabire.

Namun berdasarkan informasi dari warga yang ia terima, bukan hanya di KM 80 saja terjadi longsor, tetapi ada enam titik terjadinya longsor, dari KM 80 hingga KM 100.

Dari enam titik tersebut, ada tiga titik yang longsornya cukup parah, sehingga perlu penanganan pihak-pihak terkait.

Jika tidak, akses transportasi darat dari Nabire menuju beberapa kabupaten di wilayah Meepago dan sebaliknya terputus.

Oleh karena itu, Andreas berharap pihak terkait bisa segera menangani longsoran tersebut, karena hari ini dia banyak menemukan mobil angkutan lintas kabupaten yang terpaksa kembali lagi karena tak bisa melintas. (eby)

Komentar

Berita Lainnya