oleh

Indef: PON Papua Dorong Pertumbuhan Akomodasi, Konsumsi, Hingga UMKM

JAKARTA–Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan pelaksanaan PON XX Papua cukup mampu mendorong pertumbuhan sektor akomodasi, makan dan minum, hingga UMKM.

Tauhid Ahmad

“Pada saat hari H (pelaksanaan PON) akomodasi, makan dan minum, termasuk pariwisata juga bergerak, dan UMKM,” kata Tauhid kepada Antara di Jakarta, Senin.

Kendati besarannya tidak seperti dampak dari aktivitas pertambangan, lanjut Tauhid, PON Papua tetap berkontribusi positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat Papua.

Baca Juga:   Menag Luncurkan Program 10 Juta Produk Bersertifikat Halal, Gratis!

“Akomodasi diperlukan karena banyak peserta dari luar Papua datang untuk mengikuti lomba termasuk juga penonton, walaupun eventnya terbatas karena situasi pandemi,” ujarnya.

Sedangkan sebelum PON Papua berlangsung, Tauhid mengatakan sektor konstruksi telah terlebih dahulu bergerak yang berpengaruh kepada kenaikan harga bahan baku lokal dan penyerapan tenaga kerja.

“Konstruksi yang dibangun untuk event, baik bangunan-bangunan, sarana pendukung seperti jalan, jembatan, energi, air dan sebagainya itu bergerak pada sebelum acara,” jelasnya.

Baca Juga:   Pelaku UMKM Puji Langkah Dekranasda Jateng Buka Gerai di Bandara YIA

Lebih lanjut Tauhid menyarankan agar pemerintah terus mengadakan perhelatan olahraga di Papua agar dampak dari pelaksanaan PON Papua berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Papua.

Menurutnya, jika gedung dan sarana prasarana yang telah dibuat untuk PON dibiarkan begitu saja, hanya akan memberatkan pemerintah daerah karena harus membayar biaya pemeliharaan.

“Kalau event nasional cabang olahraga diselenggarakan di Papua cukup banyak itu baru punya dampak ekonomi (ke depannya) dan ini juga menimbulkan image bahwa Papua itu aman dan bisa menimbulkan investasi,” kata dia.

Baca Juga:   Gerakan Kewirausahaan Nasional Buka Lapangan Kerja Baru dan Tingkatkan Perekonomian Nasional

Selain itu Indef juga menyarankan agar Kementerian Pariwisata melirik Papua sebagai target destinasi wisata yang perlu dikembangkan dan dikelola lebih baik.(*)

 

 

Komentar

Berita Lainnya