oleh

Bom 35 Kg Siap Diledakkan Saat Jokowi Hadiri FKN di Cirebon

JAKARTA–Presiden Joko Widodo sempat akan menjadi target sasaran ledakan bom teroris di Cirebon. Tepatnya pada 18 September 2017, saat Presiden menghadiri penutupan Festival Keraton Nusantara (FKN) di Goa Sunyaragi.

Hal ini terungkap setelah ditemukannya bahan peledak bom seberat 35 kilogram di Gunung Ciremai.

Penemuan bom terjadi ketika Tim Densus 88 Anti Teror Polri bersama Tim Jibom Brimob Polda Jabar dan INAFIS Polres Majalengka mengawal Narapidana Teroris ( Napiter) Iman Mulyana pada Jumat (1/10/2021) sekitar pukul 7.30 WIB.

Saat itu Tim Lapas Sentul turut serta melakukan pengawalan. Waktunya sekitar pukul 7.30 WIB.

Selanjutnya pada Minggu (3/10/2021), tim melakukan pencarian dan penemuan bahan peledak berupa TATP, sebanyak 35kg dikaki Gunung Ciremai dengan ketinggian 1.450 MDPL.

Lokasi penemuan bahan peledak TATP itu tepatnya di Blok Cipager, Desa Bantar Agung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

Dari hasil pencarian Tim Densus 88 AT di lokasi TATP 35kg bahan peledak, kemudian dilakukan juga penyisiran oleh Tim Jibom Jabar.

Baca Juga:   Pengunjung Goa Sunyaragi Meningkat Dibanding Tahun Lalu

Ditemukan alat bukti sebagai berikut:

1. Toples persegi empat warna putih tutup biru berisi 10 Kg murni TATP. Tadinya, bahan peledak itu akan diledakkan saat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kunjungan ke Kota Cirebon.

Tepatnya, pada 18, September 2017. Ketika itu, Presiden hendak menghadiri penutupan FKN.

Bahan peledak tersebut milik IM yang merupakan narapidana kasus terorisme. Dia ditangkap di sekitar Bandara Cakrahuwana, Penggung, Kota Cirebon.

IM sendiri saat ini mendekam di Lapas Sentul, Jawa Barat. Pria asal Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi itu, telah mengikuti deradikalisasi dari Densus 88.

IM juga mengikuti kegiatan pembinaan berkelanjutan dari Tim Idensos Densus 88. Kemudian dia telah berikrar mengakui kedaulatan NKRI dan setia kepada Pancasila.

Yang bersangkutan kemudian mengaku masih menyimpan bahan peledak sebanyak 35 kilogram. Sebagian bahan peledak itu telah dilakukan pemusnahan.

Baca Juga:   Heboh di Cirebon: Pelapor Korupsi Malah Jadi Tersangka, Ini Kata Polisi

Sementara sisa TATP diamankan untuk barang bukti sekitar 3/4 botol air mineral ukuran 1,5 liter, yang disimpan tim Jibom Satbrimobda Jabar untuk dilakukan penelitian.

2. Botol Plastik ukuran 250 ml terangkai secara seri berikut Gotri/ pelor bulat besi.

3. Taperwer sebanyak 4 dengan rincian dua TATP murni dan 2 C14.

Botol Aqua besar TATP isi setengah botol yang sudah berubah warna (agak beku).

Selanjutnya Tim Jibom Satuan Brimobda Jabar Pimpinan Bripka Asep Satria melakukan tindakan pemusnahan alat bukti tersebut dengan rincian sebagai berikut:

1. TATP sebanyak 50 gram dilakukan dimusnahkan dengan cara ditanam dengan efek ledakan menimbulkan lubang diameter sekitar 1 Meter dengan kedalaman sekitar 20 cm.

2. TATP murni sebanyak 2 kg dilakukan dimusnahkan di sungai kering dengan efek ledakan mengakibatkan longsoran batu dan tanah.

Baca Juga:   Gara-gara Pandemi Covid-19, Artis Ini Rela Jadi Brand Ambassador Kezia Skin Care

3. TATP dalam botol plastik ukuran 250 ml terangkai secara seri berikut Gotri atau pelor bulat besi berat sekitar 500 gram efek ledakan mengakibatkan getaran.

4. TATP dalam taperwer ( sebanyak 2 buah ) dengan efek terbakar dalam keadaan basah.

5.Toples persegi empat warna putih tutup biru berisi 10 Kg murni TATP dengan efek ledakan batu dengan diameter 2 meter mengalami pecah dan tanah longsor.

Sisa TATP diamankan untuk barang bukti sekitar 3/4 botol Aqua ukuran 1,5 liter disimpan tim Jibom Satbrimobda Jabar untuk dilakukan penelitian.

Sementara Iman Mulyana (31) merupakan tahanan di lapas Sentul Jabar, yang beralamat di Blok Jumaah RT. 002/ 12 Desa Brujul Wetan Jatiwangi Kabupaten Majalengka.

Ditangkap pada hari Senin tanggal 18 September 2017 di Bandara Cakrabuana Cirebon.

Penangkapan Iman menjelang kedatangan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka menghadiri penutupan FKN. (cirebonraya)

 

Komentar

Berita Lainnya