oleh

Jual Ekstasi ke Polisi, Puji Herlambang Dibui 7 Tahun, Pemilik Sabu Paket ‘Limpul’ Kena 4 Tahun

MEDAN – Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada Puji Herlambang (31), warga Jalan Bakti Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Vonis dijatuhkan dalam sidang secara virtual melalui video call di Ruang Cakra 9 PN Medan, Selasa (27/4/2021).

Puji dihadapkan ke pengadilan atas dakwaan memperdagangkan narkotika. Ia ditangkap polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Majelis hakim yang diketuai Denny Lumbantobing, juga menghukum terdakwa membayar denda Rp1 miliar. Subsidair (dengan ketentuan bila denda tidak terbayar maka ganti dengan pidana) 3 bulan kurungan.

Dari fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa Puji Herlambang, menurut keyakinan hakim, terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum.

Ia menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli (kurir) narkotika Golongan I jenis pil ekstasi sebanyak 9 butir.

Baca:   Komisi II DPR: Masyarakat Harus Tetap Patuhi Prokes Covid-19 di TPS

Unsur pidana Pasal 114 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan pertama Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan Chandra Naibaho, menurut keyakinan hakim, telah terbukti.

Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Dan, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan menyesali perbuatannya.

Ketika menajawab pertanyaan hakim ketua, terdakwa menyatakan menerima vonis dari majelis hakim tersebut.

Dalam dakwaan disebutkan, Kamis (15/10/2020), sekira pukul 16.30 WIB, terdakwa dibekuk Tim SatresNarkoba Polrestabes Medan di Jalan Asrama, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Baca:   Roy Kiyoshi Pengen Ritual Tolak Bala dan Makan Jengkol

Lewat sambungan ponsel, salah seorang anggota Tim Polrestabes melakukan pengembangan atas laporan masyarakat.

Polisi itu berpura-pura sebagai calon pembeli 9 butir ekstasi alias ‘undercover buy’.

Tim kemudian membekuk terdakwa dan mengamankan pil ekstasi tersebut sebagai barang bukti (BB).

Ketika menjalani interogasi, Puji Herlambang mengaku bahwa pil ekstasi tersebut ia peroleh dari seseorang bernama Ucok (masuk Daftar Pencarian Orang/DPO Polrestabes Medan).

Ucok menjanjikan kepada Puji, akan mendapatkan upah Rp90 ribu. Namun sayangnya si pembeli adalah aparat kepolisian yang sedang menyamar.

Paket Limpul

Dalam persidangan terpisah, majelis hakim dengan ketua, Hendra Sotardodo, menjatuhkan vonis 4 tahun. Serta denda Rp800 juta subsidair 6 bulan penjara terhadap terdakwa Yeremia Sihaloho (18).

Terdakwa adalah warga Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang/Jalan Flamboyan Raya Gang Perbatasan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Baca:   Polisi Bekuk Dua Penyalahguna Narkoba, Satu Sempat Ngumpet di Plafon

Menurut keyakinan hakim, terdakwa terbukti bersalah tanpa hak memiliki atau menguasai narkotika golongan I jenis sabu.

Yakni pidana Pasal 112 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sebagaimana dakwaan kedua JPU dari Kejari Medan Elvina Sianipar.

Majelis hakim menjatuhkan vonis, lebih ringan 1 tahun dari tuntutan JPU yang meminta majelis menghukum terdakwa 5 tahun penjara, serta denda Rp800 juta subsidair 6 bulan penjara.

Sebelumnya, terdakwa membeli sabu dari seseorang tidak diketahui namanya di Jalan Namu Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan seharga Rp50 ribu. Istilah Orang Medan, paket ‘limpul’. (*)

Komentar

Berita Lainnya