oleh

781 TKI Baru Tiba di Batam, Banyak yang Positif Covid-19

BATAM–Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang biasa disebut TKI sudah tiba di Batam sebanyak 781 orang. Mereka ditempatkan di tiga rusun. Masing-masing, Rusun Pemko Batam, Rusun BP Batam dan Rusun Putera Jaya. Sementara 69 orang TKI, saat ini menjalani masa isolasi di Rumah Sakit Khusus Infeksin (RSKI) Galang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi usai Rakor di Pemko Lantai, Senin (3/5) mengatakan, 69 orang TKI yang positif, merupakan hasil screening yang pertama, saat baru tiba di Batam. Karena dinyatakan positif, maka ditempatkan di RSKI Galang.

Baca:   Reshuffle, Pratikno: Kami Terkejut dengan Rilis Itu

“Nanti mereka akan discreening lagi pada hari kelima,” ujar Didi.

Disampaikan, proses pengambilan swab PMI. Hari pertama KKP yang mengambil sample dan yang memeriksa BTKL PP. Hari kelima, yang mengambil sample swab Dinkes Batam melalui Puskesmas dan Rumah Sakit, yang memeriksa RSKI Galang. “RSKI kemarin yang minta support alat,” katanya.

Disampaikan Didi, walau TKI ditempatkan di tiga rusun, namun ada juga tiga hotel yang digunakan untuk isolasi. Namun diharapkan, yang di hotel, tidak digunakan untuk isolasi mandiri. Hotel diminta digunakan untuk observasi.

Baca:   Kasus Covid Melonjak di Kabupaten Agam, Seluruh Nagari Siapkan Rumah Isoman

“Kalau observasi tidak masalah. Tapi kalau isolasi mandiri, perlu dicek,” beber Didi.

Dibeberkan Didi, untuk kepulangan PMI, bisa dilakukan setelah masa isolasi selama lima hari, setibanya di Batam. Sehingga, jika ada transportasi penerbangan atau pelayaran, kemungkinan ada kebijakan lain dari TNI.

“Biaya kepulangan ke daerah asalnya ditanggung PMI sendiri. Kalau PMI tersebut tak mampu, dibantu Disnaker atau BNP2TKI,” ujar dia.

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, untuk kepulangan, sampai saat ini tidak ada masalah dengan TKI. Dimana, moda transportasi ini disiapkan oleh Kementerian Perhubungan. “Sementara untuk biaya operasional PMI di Batam, akan ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam,” beber dia.

Baca:   Ratusan Kayu Tanpa Dokumen Disita

Menurutnya, jika tidak tertampung di Rusun, masih ada Asrama haji dan Bapelkes. Dua tempat itu tempat cadangan, jika PMI lebih 1.500 orang.

“Kalau jumlahnya (PMI) hanya 1.000-an masih bisa kita tampung. Tapi tempat isolasi dihotel ini yang menjadi masalah. Butuh personil tambahan dan kerja ekstra,” ucap Amsakar.(mbb)

Komentar

Berita Lainnya