MAJALENGKA – Kasus sate beracun di Bantul, Yogyakarta, yang menyeret nama Nani Apriliani (25) membuat geger warga Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Pasalnya, selama ini para tetangga mengenal Nani sebagai sosok yang ramah dan hangat.
Kesan itu dirasakan tetangga manakala Nani mudik dari Yogyakarta, meski jarang.
Jika pulang pun, jarang berlama-lama di kampung halamannya. Biasanya ia kembali ke Yogya setelah beberapa hari pulang kampung.
Selain ramah dan hangat pada tetangga, Nani dikenal menyenangi anak-anak.
“Dia suka anak kecil. Kalau pas di sini, ada anak-anak dia mengajak bercengkerama, dan sering kasih uang,” kata Sopandi (43) tetangga keluarga Nani.
Para tetangga tak banyak tahu tentang kegiatan Nani di Yogyakarta. Yang mereka tahu, ia bekerja. Bukan kuliah.
Ada yang myebut, Nani merantau selepas SMP. Itu sekitar tujuh atau delapan tahun lalu. Biasnya ia mudik menjelang lebaran.
“Kami tahunya Nani di sana itu kerja. Tapi enggak tau, kerja apa,” kata Sopandi.
Dia menambahkan, sempat melihat berita tentang sate beracun ini. Tapi sama sekali tak menduga, ternyata pelakunya anak tetangga.
Ketua RT 03/03, Johari, mengatakan, Senin (3/5/2021) rumah Maman Nurjaman, ayah Nani, sempat didatangi polisi dan aparat desa.
Namun, tidak tahu pasti apa tujuanmereka. “Kami juga enggak tanya-tanya,” katanya. (*)
– dari berbagai sumber











Komentar