BANDUNG–Naiknya harga pakan ikan dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan oleh sejumlah pelaku pembudidaya ikan di sejumlah daerah di Jawa Barat.
Di Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, misalnya petani mengeluhkan terkait adanya kenaikan harga pakan ikan dari distributor yang mencapai Rp8 ribu per karung dalam sepekan terakhir, sehingga harga per karung mencapai Rp 323 ribu.
Kenaikan harga pakan ini dinilai tidak sebanding dengan harga jual ikan yang masih tetap di angka Rp24 ribu per-kilogram dan masih belum bisa naik harga.
Terkait dengan ini, Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati menyampaikan pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan pembudidaya ikan soal kenaikan harga pakan ini.
Rahmat juga menegaskan ia akan segera melakukan sidak ke pabrik dan distributor pakan ikan khususnya yang ada di Jawa Barat.
“Jangan sampai ini terus berulang, dan jangan sampai perusahan seenaknya menaikan harga pakan tanpa melihat dan mempertimbangkan kondisi petani di bawah,” ujar Rahmat Hidayat Djati, Kamis (3/3/2022).
Politisi PKB ini juga menyampaikan akan mendorong dengan pihak-pihak terkait agar persoalan ini mendapat perhatian dari pemangku kepentingan lainnya.
“Termasuk kita akan mendorong agar pemerintah bisa memberikan subsidi terkait pakan ini agar kesejahteraan petani ikan di Jawa Barat meningkat,” ujarnya.
“Karena ini juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kosumsi ikan di masyarakat, jadi kalau harga pakan ikan nya terjangkau otomatis harga jual ikan juga akan terjangkau oleh masyarakat umum,” kata Rahmat.
Sebelumnya diberitakan, para pembudidaya ikan air tawar di Jawa Barat mulai mengeluhkan kenaikan harga pakan ikan yang terus meningkat tajam sejak awal 2022.
Jika pemerintah tidak segera turun tangan menyelesaikan permasalahan harga pakan ikan ini, mereka khawatir akan terus merugi dan persediaan ikan di pasaran terganggu.
Pembudidaya ikan air tawar dari Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Zenal Mutaqin, mengatakan biasanya memang harga pakan ikan naik sekitar Rp2 ribu per karung atau 30 kilogram.
Namun pada Februari 2022, kenaikannya mencapai Rp5 ribu per karung dan dalam sepekan ini harganya kembali naik Rp8 ribu per karung. Akibatnya kini, harga pakan ikan Rp323 ribu per karung.
“Harga pakan ikan terus naik drastis, sedangkan harga jual ikan masih tetap, Rp24 ribu per kilogram. Sayangnya distributor tidak bisa menjelaskan kenapa harga pakan ikannya naik,” kata Zenal di Subang, Rabu (2/3/2022).
Ia mengatakan untuk memberi makan ikannya dalam satu kolam 1 kuintal ikan dibutuhkan pakan sekitar 10 kilogram per hari, atau satu karung pakan habis dalam tiga hari.
Sedangkan selama ini Subang terkenal sebagai daerah penghasil ikan air tawar di Jawa Barat. Banyak warga yang bermatapencaharian sebagai pembudidaya ikan.
Ia mengatakan seharusnya pemerintah bisa hadir bagi masyarakat di tengah kondisi kenaikan pakan ikan tersebut. Jangan sampai para pembudidaya ikan berhenti berusaha dan akhirnya menyebabkan kelangkaan ikan di pasaran menjelang Ramadan tahun ini.
Pembudidaya Ikan di Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Hikamat, menyatakan hal serupa. Ia menilai kenaikan harga pakan ikan ini kian mencekik para pembudidaya ikan karena harga jual ikan pun tidak bisa ikut naik begitu saja.
“Ini semua dirasakan oleh pembudidaya ikan utamanya di bantaran Sungai Cikaruncang, Cisepuan, dan Cileat. Jika pun ada kenaikan pakan, minimal ada penjelasan lah, dan ada solusi,” katanya.
Ia mengkhawatirkan keberlanjutan usaha warga selatan Subang yangmemang sebagian besar adalah pembudidaya ikan.
(Terasjabar.co)










