JAKARTA – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meningkat dalam dua hari terakhir.
Pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi meminta masyarakat waspada.
Mereka mengimbau agar warga menjauhi area Gunung Anak Krakatau sejauh 2 Km.
“Kami merekomendasikan agar masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Krakatau dalam radius 2 km dari kawah aktif,” ujar Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Jumat (4/2/2022).
Menurut pengamatan Badan Geologi, kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah semburan abu vulkanik ke barat daya gunung tersebut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 49 detik.
Berdasarkan peta kawasan rawan bencana, hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter ± 2 Km dan area di sekitarnya merupakan kawasan rawan bencana.
Berdasarkan data-data visual dan instrumental, potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material lava, aliran lava dan hujan abu lebat di sekitar kawah dalam radius 2 km dari kawah aktif.
Hujan abu yang lebih tipis dapat terpapar di area yang lebih jauh bergantung pada arah dan kecepatan angin.
Potensi bahaya longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau secara historis merupakan ancaman bahaya permanen.
Ini perlu selalu diwaspadai dan diantisipasi. Utamanya oleh instansi berwenang dalam peringatan dini bahaya ikutan gunungapi seperti tsunami.
Longsoran tubuh gunungapi tidak dapat diprediksi waktu kejadian dan volumenya.
Juga tidak bergantung pada kondisi gunung api ini sedang mengalami Erupsi maupun tidak.
Longsoran tubuh gunung api dapat terjadi dengan atau tanpa diawali peningkatan aktivitas gunung api.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada di level II atau Waspada. Masyarakat atau wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.
“Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah,” katanya.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau mengalami Erupsi pada Kamis (3/2/2022).
Gunung Anak Krakatau Erupsi untuk pertama kalinya pada 2022. Tinggi kolom abu akibat Erupsi itu mencapai 200 meter. (*/Siberindo.co)










