LOA JANAN – Banjir melanda Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tak kurang dari 36 rumah warga terendam sejak malam pergantian tahun (2020-2021).
Sedikitnya lima dusun dari di dua desa terendam luapan air Sungai Loa Haur, yang berhulu di Sepaku dan bermuara di Sungai Mahakam.
Ketinggian air makin parah menjalang pagi Jumat (1/1/2021). Air bercampur lumpur semakin tinggi dan masuk ke rumah-rumah warga yang berada di tepi sungai.
Dusun yang terendam yakni: Jahuq RT 20 dan Bentirah RT 21 di Desa Bakungan, Loa Janan.
Tiga dusun lagi di Desa Loa Duri Ulu, Loa Janan, yakni Dusun Gintung, Putaq Bugis, dan Musaping RT 10 serta 14 (Kilometer 5) juga terendam.
Setidaknya, 36 rumah warga terendam air setinggi 1,5 meter. Tercatat 17 rumah di RT 20, 13 di RT 21, dan 6 rumah di RT 10 serta RT 14.
Selain merendam rumah, Banjir juga merendam lima hektare sawah dan kebun warga. Petani memperkirakan, hanya tersisa 40 persen tanaman padi yang bisa dipanen.
“Itu kalau surut. Ya, pasti tidak ada yang bisa dipanen,” kata Mustafa (51), warga RT 20.
Menurutnya, kerusakan padi itu bukan hanya karena terendam air yang cukup lama, tapi juga karena campuran lumpur.
“Bisa jadi luapan air sungai ini karena air dari kolam-kolam tambang meluap. Karena dari atas itu (hulu sungai) banyak tambang,” kata Mustafa.
Pasang air sungai hingga memicu terendamnya permukiman memang bukan pertama kali terjadi. Nursiah (35), warga RT 20 mengatakan, pada April 2018, luapan serupa pernah terjadi. Bahkan air sempat merendam rumah warga dengan ketinggian 50 cm.
“Biasanya 4 hari, 4 malam (terendam). Itu pun kalau tidak hujan lagi dan air Sungai Mahakam tidak pasang. Dulu-dulu juga pernah terjadi, bahkan sampai jembatan kayu rusak parah,” ujar Nursiah.
Ia mengatakan, dalam kondisi seperti ini warga sangat perlu bantuan, terutama sembako.
“Kami tidak mungkin meninggalkan rumah, karena seperti saya ini tidak ada keluarga di tempat lain. Tidak ada pula tempat pengungsian. Jadi kalau malam, tidur menumpang di musala,” katanya.
Di lokasi luapan aliran Sungai Loa Haur sejumlah relawan dan BPBD Kukar serta Polsek Loa Janan terjun ke lokasi.
“Kami bersama relawan dan BPBD membantu jika ada warga perlu dievakuasi. Sampai saat ini baru dua kepala keluarga yang mau dan sudah dievakuasi,” tutur Kapolres Kukar, AKBP Marsulin Ginting, melalui Kapolsek Loa Janan, AKP M Yasir.
Dia menjelaskan, sudah ada bantuan tenda dan dapur umum dari Relawan Mandiri Bakungan, sedangkan sembako dari Desa Bakungan dan Polsek Loa Janan.
Yasir menambahkan ketinggian air bervariasi. Namun menjelang siang, air mulai surut. Begitu menerima informasi mengenai Banjir tersebut, Yasir langsung mengerahkan Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya, Bripka Zulkipli untuk memantau kondisi di lapangan.
“Sementara ini diduga Banjir akibat curah hujan tinggi. Karena sejak malam sampai subuh, kawasan Purwajaya dan sekitarnya ini diguyur hujan,” jelasnya.
Selain rumah, sawah dan ladang yang terendam, ada juga rumah milik warga bernama Soleh, di RT 05, tertimbun tanah longsor. (oke/idn/nha)











Komentar