oleh

Akhirnya Pengrajin Tempe Jakarta Mulai Berproduksi Lagi

JAKARTA – Produsen tempe di Kampung Tempe, Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara mulai kembali berproduksi setelah mogok pada Jumat hingga Minggu (1-3/1).

“Kami mogok kerja sejak Jumat selama tiga hari karena harga kacang kedelai naik,” kata produsen tempe Sunoto, Senin (4/1).

Dia menyatakan, produksi yang dilakukan pada hari pertama masih dalam jumlah kecil karena harga kedelai belum ada penurunan.

Baca Juga:   DPR Minta KPPU Selidiki Dugaan Praktik Ilegal Importir Kedelai

“Harga kacang kedelai naik dari dari Rp 76.000 per kuintal atau 100 kilogram menjadi Rp 93.000,” ungkap Sunoto.

Sunoto berharap adanya penurunan harga kedelai agar penjualan tempe kembali normal. Sebelum kenaikan kedelai, harga tempe dijual per potong Rp 5000. Namun setelah kenaikan tempe dijual Rp 6.000 atau naik sebesar Rp 1000.

Baca Juga:   Tahu dan Tempe Alami Inflasi Akibat Kenaikan Kedelai di Pasar Global

Menurut Sunoto, untuk menyiasati mahalnya harga kedelai, produsen tempe melakukan pengurangan ukuran tempe. Walaupun upaya itu mendapat keluhan dari pelanggan dan masyarakat.

“Kalau orang-orang mengharapkan harga turun,” ujar Sunoto.

Sebelumnya, sekitar 5000 pelaku UKM yang tergabung dalam Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta menghentikan sementara proses produksi.

Sekretaris Puskopti DKI Jakarta Handoko Mulyo mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kenaikan harga bahan baku kedelai dari Rp 7200 menjadi Rp 9200 per kilogram.

Baca Juga:   Kampung Narkoba Digrebek, Polisi Ciduk 27 Orang, Sita ganja dan Sabu

Menurut Handoko, aksi mogok produksi itu telah disampaikan kepada sekitar 5000 produsen maupun pedagang tahu dan tempe di Jakarta melalui surat Nomor 01/Puskopti/DKI/XII/2020 yang dikeluarkan Puskopti DKI Jakarta pada 28 Desember 2020. (ant/sam)

Komentar

Berita Lainnya