oleh

Anjal Berkeliaran di Kota Beribu Senyuman, Apa Penyebabnya?

Pasalnya, dari hari ke hari Anjal Gepeng kian banyak disetiap persimpangan lampu merah yang ada di Kota Beribu Senyuman ini dengan menjajakan barang dagangan seperti kerupuk, serta menjual suaranya dengan cara mengamen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang, Ety Fahriaty mengatakan, pemicu kian meningkatnya Anjal tersebut lantaran sistem pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) ditengah Pandemi Covid-19.

“Selain faktor ekonomi ini kemungkinan dampak dari tidak masuk sekolah. Anak-anak yang banyak dijalan itu kemungkinan ada kaitannya dengan belajar daring, mereka menganggap pembelajaran daring bisa dilakukan kapan saja sehingga waktu sekolah mereka gunakan untuk itu,” kata Ety kepada OkeyBoz.com, Selasa (3/11/2020)

Diakui mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang ini, hampir semua dari Anjal Gepeng tersebut merupakan kategori anak. Namun, pihaknya tak dapat berbuat banyak lantaran harus menunggu tindakan dari Satpol PP dan Dinas Sosial tempat padahal jika dibiarkan kondisi tersebut dapat mengurangi penilaian Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya yang saat ini tengah dikejar.

“Itukan sudah di-handle oleh Satpol PP dan Dinsos, apabila nantinya kita menerima laporan dari mereka (Satpol PP, dan Dinsos-red) andaikan ada usianya yang dikategorikan anak maka mereka akan melimpahkan kekami. Kami menunggu action mereka dahulu,” jawabnya.

Meskipun demikian lanjut Ety, selama ini sudah banyak Anjal serta Gepeng yang terjaring razia. Tetapi, hukuman yang diberikan tidak memberikan efek jera bagi mereka. Oleh sebab itu, pihaknya menginginkan membangun rumah singgah untuk mendidik Anjal tersebut namun saat ini masih terkendala oleh anggaran.

“Kita terhambat dirumah untuk mendidik mereka, itu yang belum kita punya, karena itu sangat perlu. Mereka tidak mungkin hukumannya hanya membersihkan WC misalnya itu tidak membuat efek jera. Kita ingin mereka dididik betul, untuk mendidik mereka kita perlu dana, ini yang masih belum terjawab,” tukasnya. (aditya)

Komentar

Berita Lainnya