oleh

DLHK Babel Eksplorasi Potensi Tumbuhan dan Satwa Liar Untuk Ekowisata

BABEL–Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang begitu tinggi. Bila dimanfaatkan dengan maksimal, kekayaan alam ini dapat memberikan banyak kegunaan dan manfaat serta bernilai ekonomi tinggi yang bisa digunakan sebagai produk pangan olahan seperti obat-obatan herbal, kosmetik, dan lain sebagainya.

Di Bangka Belitung, potensi tersebut berusaha untuk diangkat ke permukaan serta dimanfaatkan dengan maksimal. Guna mendapatkan informasi dan menggali potensi tersebut, tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari Hasanudin, Hendra Purnawan, Aryudi, dan Juhartono melakukan kunjungan di sekitar Kawasan Taman Wisata Jering Menduyung, Desa Pangkal Beras, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (31/8/2021).

Di lapangan Tim DLHK Provinsi Bangka Belitung didampingi kepala dusun Limang, Kusman dan Dusun Pangkal Beras, Heri melakukan eksplorasi ke Taman Wisata Alam Jering Menduyung.

Baca Juga:   Harga Timah Turun Drastis, Para Pelimbang di Babel Menjerit

Berbeda dengan TWA (Taman Wisata Alam) Gunung Permisan yang berekosistem bukit yang kaya akan tanam tumbuh mengandung obat-obatan herbal, TWA Jering Menduyung merupakan TWA dengan kekayaan alam mangrovenya yang menyimpan berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang berbeda,

“Satwa liar yang ada di Desa Pangkal Beras ada beberapa jenis seperti pelanduk, napoh, kijang, rusa, mentilen, kukang, trenggiling, kelaras, tupai gerabak, tupai ulet (ukuran sebesar jempol manusia), tupai terbang (kubung), udang satang, ketem keramangok (kepiting bakau). Berbagai jenis reptil antara lain buaya, biawak, kadal, bunglon, bedaki abu-abu (kobra), bedaki hitam (kobra), ular puteh masak (ular cincin), ular sabak (sanca), dan lain sebagainya,” jelas Hendra Purnawan.

Semua jenis hewan langka tersebut punya potensi untuk dijadikan sebagai daya tarik tersendiri di Taman Wisata Alam Jering Menduyung.
Selain hewan-hewan yang sudah mulai berkurang, di taman mangrove ini, dikatakan Hendra, berbagai jenis tumbuh-tumbuhan terutama didominasi jenis mangrove,

Baca Juga:   Babel Jadi Tuan Rumah Puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional

“Sekitar puluhan jenis tumbuhan mangrove yang ada seperti bakau daun kecil (Rhizophora apiculata), bakau daun besar (Rhizophora mucronata), tumo (Bruguiera gymnorrhyza), memute (Exoecaria agallocha)), ugem (Sonneratia ovata), perpat (Sonneratia alba), pedada (Sonneratia caseolaris), api-api (Aviciennia sp.), teruntum (Lumnitzera littorea), tube laut (Derris trifoliata), piai/paku laut (Acrostichum speciosum), piai raya/paku laut besar (Acrostichum aureum), jeruju (Acanthus elicifolius), bintaro (Cerbera maghas), rotan bakau (Calamus erinaceus), dungun (Heritiera littoralis), dan banyak lagi yang lainnya,” ujarnya.

Sama seperti kunjungan mereka ke Taman Wisata Alam Bukit Permisan, tujuan dari kegiatan ini dalam rangka menggali potensi tumbuhan dan satwa liar yang ada di Taman Wisata Alam Jering Menduyung dan sekitarnya.

Baca Juga:   Hutan Mangrove Singkil dari Penahan Abrasi Jadi Ekowisata Tujuan Pelancong

Keindahan alam di Taman Wisata Alam Jering Menduyung, khususnya di dusun Limang wisatawan bisa merasakan sensasi keindahan alamnya sembari menikmati madu kelulut dan madu lubang yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

“Tim DLHK akan terus berusaha mencari data dari sumber atau desa yang lain yang berada di sekitar TWA Jering Menduyung untuk penguatan data, dengan harapan dari semua itu adalah bagaimana potensi yang menjadi daya tarik ekowisata di TWA Jering Menduyung dan sekitarnya. Dan jika data sudah tervalidasi, maka akan berkolaborasi dengan stakeholder yang ada untuk mengembangkan ekowisata di daerah tersebut”, pungkas Hendra. (okeyboz.com)

Komentar

Berita Lainnya