oleh

Guru Besar PGB Gunawan Rahardja: Rasa Takut Itu Menurunkan Imunitas

JAKARTA – Diskusi lewat aplikasi zoom yang dihadiri Guru Besar Perguruan Silat (PGB) Bangau Putih Gunawan Rahardja, Minggu siang, 2 Agustus 2020, dengan tema Latihan Silat di Tengah Pandemi Covid-19, disambut antusias oleh para anggota PGB dari dalam dan luar negeri.

Nasihat guru Gunawan yang bermanfaat untuk kesehatan dan gerakan dalam silat, ditunggu-tunggu peserta diskusi. Mereka membuka telinga lebar-lebar supaya apa yang dikatakan guru Gunawan tidak lepas begitu saja.

Makanya ketika suara Gunawan terde

Peserta diskusi PGB via aplikasi zoom.

ngar tersendat-sendat karena sistem atau sinyal, peserta langsung angkat tangan, minta sound-system-nya dibenahi terlebih dulu. “Maaf suara guru tidak kedengaran,” teriak peserta.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Bayu Pradana,  para peserta bukan hanya ingin mendengarkan Gunawan, tetapi menjadikan acara ini sebagai momentum untuk temu kangen, menjadi obat kangen bagi para murid PGB yang sejak Maret 2020, tidak berkumpul untuk latihan bersama dan berdiskusi.

Semua kegiatan PGB secara resmi dihentikan  selama pandemi penyakit virus corona (Covid-19), untuk mendukung pencegahan penyebaran virus corona. “Kita harus mengikuti aturan pemerintah. Kalaupun kita sekarang latihan di masa new normal, protokol covid harus tetap dijalankan. Tidak boleh kontak fisik, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” kata pimpinan pelatih Kris Mamusung, salah seorang pimpinan pelatih yang menjadi nara sumber dalam dalam diskusi tersebut.

Akan tetapi, pemimpin pelatih Antonius James yang juga tampil sebagai pembicara mengatakan, di masa pandemi Covid-19 yang memaksa orang harus berdiam di rumah ini, memberi ruang dan waktu bagi para anggota PGB untuk berlatih di rumah sendiri. “Ini kesempatan berlatih di rumah. Jalan panjang, jalan pendek, dan semua gerak yang pernah diberikan dapat dipraktikkan di rumah. Lakukan berulang-ulang pasti ada manfaatnya,” kata James.

 

Nasihat Guru Gunawan

Nasihat  guru yang ditunggu-tunggu akhirnya disampaikan juga. “Virus corona itu tidak kelihatan, cara menghadapinya jangan terlalu takut, tapi juga jangan terlalu berani. Biasa-biasa saja,” tutur Gunawan.

“Kalau kita takut, imunitas tubuh menurun. Dengan ketenangan, tubuh kita menjadi semakin sehat dan kuat. Tetapi terlalu berani, juga tidak baik,” ujarnya lagi.

Bagaimana dengan olahraga bersepeda yang belakangan ini marak dilakukan warga? Guru Gunawan mengingatkan, bersepeda bagus, tetapi gunakan sepeda lama yang batangannya tinggi, ketika dinaiki posisi tubuh tampak berdiri, sehingga badan tetap sehat.

Sepeda dengan batangan pendek, seperti sepeda balap, termasuk sepeda lipat, kurang baik untuk kesehatan tubuh. Selain mengakibatkan bengkak di kaki, juga mengganggu kesehatan tubuh.

Secara khusus Gunawan memberi tips khusus untuk kalangan pesilat supaya kekebalan tubuh tetap prima di masa pandemi Covid-19. Lakukan pahong 100 kali, kepretan bangau 100 kali, dan tendangan 100 kali. “Cukup itu, sudah mampu untuk menjaga imunitas tubuh kita. Atau kalau ada yang mau melakukan sebanyak-banyaknya, silakan,” ujar Gunawan.

 

Berjemur

Dalam pertemuan informal dengan sejumlah murid PGB, guru Gunawan sempat berbicara mengenai berjemur. Menurut Gunawan, jika sedang ada matahari bersinar disarankan berjemur untuk membangkitkan vitamin D yang berada di dalam tubuh. Sebaiknya berjemur di pagi hari cukup 15 menit sebelum pukul 10.00 karena jika lewat dari jam itu panasnya sudah kurang baik buat badan dan bisa membuat kulit terbakar.

Kadang-kadang  orang salah mengerti mengenai berjemur supaya  badan berkeringat, padahal sejatinya berjemur untuk membangkitkan vitamin D yang ada di dalam badan. Untuk berjemur pada sore hari sebaiknya setelah pukul 14.00.

PGB selama ini selain terkenal sebagai perguruan silat di Bogor, Jawa Barat, juga tempat pengobatan yang melayani pasien antar bangsa dalam berbagai keluhan penyakit.

(Antonius James/M Nasir)

Komentar

Berita Lainnya