oleh

Putra AA Gym Curhat Ihwal Kesabaran Teh Ninih

BANDUNG – Muhammad Ghaza Al Ghazali, putra Aa Gym dan Teh Ninih kembali mengungkap rumah tangga orang tuanya. Ghaza menceritakan sikap Aa Gym saat dirinya ingin mengundang Teh Ninih ke pernikahannya setahun silam.

Saat itu, Aa Gym mengeluarkan kalimat yang membuat Ghaza tak menyangka. “Buat apa dia hadir?”

“Seolah lidahku kelu untuk menjawabnya. Entah apa kalimat apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan demikian,” tulis putra Aa Gym, Muhammad Ghaza Al Ghazali si laman Facebook, Rabu (2/6/2021).

Baca Juga:   Anak Aa Gym Mengaku Bersalah Ungkap Perilaku Ayahnya, Tapi ...

“Untuk apa seorang ibu hadir di pernikahan putranya? Menurut Anda, apakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut? Akankah Anda menjawabnya dengan mudah? Atau Anda akan terdiam membisu, terperanjat karena ayah Anda bertanya demikian kepada anda?” sambungnya.

Muhammad Ghaza Al Ghazali, mengungkapkan sang bunda selalu mengalah dan diam.

“Tapi, ya. Begitulah Ibuku. Entah di sudut surga sebelah mana ia dilahirkan. Entah dimana ia menyembunyikan kedua sayapnya. Mengalah, mengalah, dan mengalah. Selalu mengalah. Itulah pilihannya,” ungkapnya.

Baca Juga:   Digugat Cerai Aa Gym, Teh Ninih Unggah Video Ini

“Menyimpan semuanya dengan rapi, memilih untuk diam, kemudian menumpahkannya kepada Sang Pemilik langit dan bumi, di kala kami terlelap dengan mimpi mimpi kami,” sambung Ghaza.

Muhammad Ghaza Al Ghazali merasa bahagia apabila masalah yang dianggap sebagai penderitaan untuk sang bunda berhenti. Ini sudah menjadi waktu yang tepat menurut Ghaza untuk Teh Ninih bahagia.

“Sudah cukup tangisanmu. Cukup, waktunya bahagia. Meskipun tidak bersama-sama,” tegas putra Teh Ninih dan Aa Gym itu.

Baca Juga:   Aa Gym Kembali Gugat Cerai Teh Ninih

“Ya, betul. Nampaknya kemarin ada sedikit permainan di pengadilan. Begitulah, manusia. Barangkali, waktu 15 tahun belum cukup untuk menyiksamu, mungkin beliau masih perlu waktu untuk merasa puas,” tukasnya.

“Namun, maaf. Sudah cukup. Sudah cukup sampai sini permainannya. 5 Juni 2020, lusa adalah tepat satu tahun setelah engkau dicerai. Dan, sampai detik ini engkau digantung, dipermainkan. Maaf, saya tak bisa diam,” papar  putra Teh Ninih. (ben)

Komentar

Berita Lainnya