JAKARTA–Arus kendaraan di jalur utama Puncak-Cianjur, Jawa Barat kembali mencair beberapa jam setelah diberlakukan sistem satu arah menuju Bogor yang merupakan rekayasa arus lalu lintas sebagai upaya mengantisipasi macet total dari kedua arah.
Pantauan Antara, Selasa malam, antrean kendaraan kembali terlihat di sejumlah titik rawan macet dengan laju tersendat mulai dari jalan raya Pacet hingga pertigaan Hanjawar-Puncak. Puluhan petugas dan tim pengurai kemacetan terus berupaya untuk mengantisipasi kemacetan total.
Petugas di jalan Raya Pacet mengarahkan pengguna jalan untuk tujuan Cipanas hingga Puncak yang melintas di jalur alternatif Hanjawar-Pacet, untuk menghindari antrean terus memanjang, termasuk melakukan sistem buka tutup satu arah di sepanjang jalur utama.
Pukul 14.00 WIB Polres Cianjur sempat memberlakukan sistem satu arah guna mengantisipasi macet total seiring tingginya volume kendaraan menuju arah Bogor selama 3 jam. Jalur kembali dapat dilalui secara normal Selasa petang.
Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, mengatakan selang satu jam diberlakukan kembali jalur normal, antrean kembali terlihat menuju arah Bogor, sehingga rekayasa arus dengan cara penyekatan di sejumlah titik rawan diterapkan untuk antisipasi macet terus memanjang dan menyebabkan macet total.
“Untuk titik rawan macet ada penyekatan dan pengendara dialihkan ke jalur alternatif yang ada di Jalan Raya Pacet dan Jalan Raya Cipanas, guna antisipasi antrean terus memanjang,” katanya.
Sedangkan untuk penerapan kembali sistem satu arah pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polres Bogor, sifatnya situasional ketika laju kendaraan terhenti dengan ekor antrean lebih dari 5 kilometer selama beberapa puluh menit.
“Kita lihat situasi kalau kembali memanjang dan kendaraan tidak bergerak, kemungkinan kita kembali melalukan sistem satu arah menuju Bogor. Untuk saat ini masih padat merayap dengan laju tersendat,” kata Doni. (*)










