PEKANBARU – Melonjaknya kasus Covid-19 di Riau dalam beberapa hari ini menyebabkan rumah sakit penampungan pasien corona kewalahan.
Ruang ventilator di rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien yang jumlahnya hampir 500 orang setiap hari.
“Jika semua ruang pelayanan perawatan Covid-19 di Riau penuh, ini akan berbahaya. Hari Sabtu (1/5/2021) saja 15 orang pasien meninggal dunia,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Riau, Indra Yovie.
Ia mengatakan, saat ini sejumlah rumah sakit di Riau dinyatakan penuh.
Mereka tak mampu lagi merawat pasien Covid-19. RSUD Dumai di antaranya, ruang perawatan dan ICU sudah penuh.
Kemudian RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, juga penuh. RS Eka Hospital yang hanya menyisakan lima tempat tidur.
Demikian pula RS Awal Bross tersisa 19 tempat tidur. RS Aulia dilaporkan sudah hampir penuh.
“Yang masih tersisa itu ruang non ventilator, yang cuma pakai monitor. Sedangkan ruang ventilator penuh semua,” kata dr Yovie, Sabtu (1/5/21).
Dia dapat laporan dari RS Dumai, Sabtu pukul 01.00 WIB, bahwa ruang perawatan dan ICU sudah penuh. RSUD Arifin Achmad juga penuh.
Artinya menurut Yovie, persoalan Covid-19 di Riau saat ini sudah benar-benar serius.
Kekhawatiran itu merujuk tambahan kasus sepanjang April yang jumlah kasusnya mencapai 9.000 orang.
Bandingkan dengan kasus Covid-19 pada tahun 2020, total kasus hanya l7.000.
“Tak ada kata lain, masyarakat sendiri yang harus waspada. Jangan sampai kejadian di India terjadi di Riau,” ujarnya.
Sementara ini tidak ada lagi tempat untuk menampung pasien positif Covid-19, akibat ketidakdisiplinan masyarakat dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan.(NN/iniriau.com)











Komentar