oleh

Pemilu 2024: Usulan Bahlil, Pesan Kebangsaan Sederhana tapi Tegas

JAKARTA–Pemerintah dan DPR sudah membuat ‘kesepakatan’ penyelenggaraan Pemilu 2024 akan digelar 14 Februari 2024 dan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 November 2024.

Kesepakatan ini diambil setelah Komisi II DPR, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), KPU, dan Bawaslu menggelar rapat bersama di Gedung DPR.

Hal ini sebagai jawaban akhir atas gonjang-ganjing terkait jadi tidaknya pergantian presiden di tahun 2024.

Sebelumnya, dalam acara webinar Forum Pemimpin Inspiratif yang digelar DPP GAMKI dan PP GMKI, Jumat, 28 Januari 2022, Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kembali mengonfirmasi pesan ‘kesepakatan awal’ kepada bangsa Indonesia.

Baca Juga:   Mahfud MD Tegaskan Komitmen Pemerintah Laksanakan Pemilu 2024 Tanpa Penundaan

Sungguhpun pesannya relatif sederhana, tindakan tersebut sangat tegas dan berani. Sementara Bahlil juga sebenarnya sudah mengetahui Presiden Jokowi menolak perpanjangan masa jabatan Presiden.

Sebagai seorang aktivis pergerakan dan pengusaha, dia mengonfirmasi kepada publik supaya bangsa ini tidak mengorbankan perekonomian negara yang saat ini mulai bangkit.

“Sebelumnya ini kan, para pengusaha babak belur menghadapi persoalan pandemi Covid-19 dan saat ini perlahan bangkit. Jika harus menghadapi persoalan dan agenda politik dalam waktu dekat, rasa-rasanya akan memberatkan,“ kata Bahlil, putra Fakfak, Papua Barat itu dalam webinar.

Baca Juga:   Audit Organisasi, Golkar Jatim Siap Laksanakan Pemilu 2024

Pada kesempatan itu, Bahlil kembali menceritakan dirinya diminta sebagai penanggap atas rilis survei Indikator Politik Indonesia pada pemilu 2024 yang mencatat 31% masyarakat setuju jika masa jabatan Presiden Joko Widodo ditambah hingga 2027, 32,9% kurang setuju, 25,1% tidak setuju sama sekali.

Kesimpulannya, masyarakat yang setuju berharap agar penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dapat diselesaikan secara tuntas.

Bahlil mengakui wacana perpanjangan jabatan Presiden Jokowi telah muncul sebelum survei indikator dirilis. Dirinya telah banyak berdiskusi dengan para pengusaha jauh sebelum hasil survei tersebut dirilis.

“Saya menyampaikan perpanjangan masa jabatan presiden itu saat menjadi penanggap atas hasil survei itu,“ ungkap Bahlil.

Baca Juga:   Tito Karnavian Tegas: Tanggal Pemilu Sudah Ditetapkan, 14 Februari 2024!
Sejahterakan Rakyat

Dalam Forum Pemimpin Inspiratif ini, Bahlil diketahui sebagai mantan aktivis yang sederhana, rendah hati, pekerja keras, dan tidak haus kekuasaan.

Sebagai jebolan organisasi kelompok Cipayung yang setiap hari membicarakan politik, dia malah menantang generasi muda untuk tidak beriorientasi pada jabatan-jabatan politis.

“Sebagai seorang aktivis, jangan jadikan tujuan hidup kalian sekadar menjadi anggota dewan atau kepala daerah. Itu hanya instrumen. Karena inti dari tujuan hidup aktivis adalah berguna dan mensejahterakan rakyat,” kata Bahlil Lahadalia. (Jeremitaran-topmetronews)

Berita Lainnya