DOMPU–Setelah muncul beberapa bulan lalu, kini pemanah misterius kembali beraksi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Kali ini korbannya seorang remaja, Muhammad Fadila (15), warga Dusun Saleko, Desa Sori Sakolo, Kabupaten Dompu.
Ia harus dilarikan ke rumah sakit setelah tertancap anak panah di punggung bagian atas. Anak panah itu diduga dilepas orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/2/2021) malam sekitar pukul 20.30 WITA, di jalan Soekarno Hatta, depan Dealer Honda Padolo, saat korban dibonceng temannya dengan sepeda motor.
Bermula, korban bersama temannya sedang melintasi jalan raya dari arah masjid raya menuju pertokoan. Tiba-tiba datang dari arah belakang dua remaja yang berboncengan dan memanah mengenai punggung korban.
Setelah mendapat pemanahan, korban menoleh ke belakang, ia melihat terduga pelaku hendak melakukan pemanahan kedua.
Korban bersama temannya bersaha kabur dengan berbelok arah (melawan jalur) menuju Rumah Sakit Umum Daerah RSUD (RSUD) Dompu.
Setelah mendapat laporan masyarakat, personel Polsek Dompu tiba di TKP dan sebagian menuju RUSD guna mengecek kondisi korban.
Informasi awal yang dihimpun, terduga pelaku berinisial IR, warga Lingkungan Doro Ngao, Kelurahan Kandai Satu.
Anggota Polsek Dompu mengimbau pihak keluarga korban agar memercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada kepolisian, jangan sampai terjadi hal lain yang dapat mengganggu kamtibmas.
Selanjutnya Polsek Dompu mengarahkan pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dompu untuk proses hukum lebih lanjut.
Kepolisian memberikan keyakinan kepada pihak korban akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.
Aksi pemanah misterius di Dompu setidaknya dalam catatan media ini telah terjadi tiga kali.
Sebelum Muhammad Fadila, korban pemanahan adalah Ikdar Saputra (16), asal Dusun Lapangan, Desa Bara, Kecamatan Woja.
Ia harus dilarikan ke rumah sakit setelah tertancap anak panah di punggung bagian atas. Anak panah itu dilepas orang tak dikenal, Rabu (12/8/2020) malam sekitar pukul 22.30 WITA.
Peristiwa tragis itu terjadi di jembatan perbatasan antara Kelurahan Simpasai dan Karijawa saat korban dibonceng oleh temannya. (aby/rafa)










Komentar