oleh

Lia, Bocah 6 Tahun Selamat Seorang Diri dari Maut Banjir Bandang

BARABAI – Sekecil itu Lia kini hanya tinggal seorang diri, yatim piatu. Kedua orangtua serta dua saudaranya dinyatakan tidak selamat menyusul Banjir bandang yang melanda wilayah Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Rabu, 13 Januari 2021 malam.

Beruntung Lia diselamatkan warga setempat dalam timbunan tanah. Rumahnya beserta tiga unit rumah tetangganya di Barabai, HST sampai saat ini masih tertimbun tanah longsor, begitupun satu balai adat masyarakat Dayak.

Dua jasad yakni, Ibunya, Yanti, dan adik dari Lia, Yanda, ditemukan tertimbun tanah longsor. Sementara jasad ayah dan kakaknya, Yansyah dan Doni, belum ditemukan hingga kini.

Saat ini Lia diasuh oleh keluarganya. Dia tinggal di sebuah gubuk bersama kakek dan pamannya di Dusun Cabai Patikalain.

Baca Juga:   Banjir dan Longsor Terjang Sumedang, Seorang Ditemukan Tewas di Sela Bebatuan

Nama Lia begitu ramai diposting di media sosial. Banyak yang bersimpati kepadanya. Sementara itu, Camat Hantakan Kartadipura menyebutkan, telah mengirimkan bantuan. Baik itu logistik maupun bantuan lainnya.

Tak kalah menarik perhatian Wabup HST Berry Nahdian Forqon pun juga bersimpati dengannya. Lia kecil akan diangkat anak asuh oleh Wakil Bupati HST Berry Nahdian Forqan.

Baca Juga:   Pihak BPBD: Waspada! Bandar Lampung Rawan Banjir

“Kami ingin memastikan, keselamatan, kebutuhan dasar Lia terpenuhi. Kami siap untuk menjadi bapak angkat ananda Lia,” ujar Berry dilansir poroskalimantan.com.

Tak sedikit, kata Kartadipura, para relawan yang juga berdatangan memberikan bantuan untuk Lia.

Mengenai jasad ayah dan kakaknya Lia, Yansyah dan Doni, Kartadipura menyebutkan memang belum ditemukan.

“Lokasi longsor dijadikan sebagai kuburan,” kata Kartadipura.

Selain dua jasad keluarga Lia, lanjut Kartadipura, ada lagi satu warga Hantakan yang belum ditemukan pascabanjir.

Baca Juga:   Tiga Korban Banjir Bandang di Flores Timur Ditemukan Meninggal

“Kami sudah lakukan pencarian, namun belum juga ditemukan,” tutup Kartadipura.

Per 31 Januari 2021, berdasarkan data BPBD yang dirilis Diskomimfo, Banjir yang melanda HST ini sudah merenggut tujuh jiwa. Hingga kini tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Banjir yang melanda HST, sejak Rabu malam, 13 Januari tadi merendam 92 desa dari 10 kecamatan di HST.

Tercatat 88.321 jiwa dari 29.062 KK yang terdampak bencana alam ini.

(devi erliani/ananda perdana anwar)

 

 

Komentar

Berita Lainnya