BOGOR – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor merilis hasil operasi gabungan rapid test kepada para wisatawan di kawasan Puncak Bogor saat libur panjang dan cuti bersama. Hasil rapid test sebanyak 69 wisatawan dinyatakan reaktif.
Ke-69 wisatawan, petugas langsung melakukan swab test bagi wisatawan yang reaktif saat rapid test. Mereka kemudian diminta melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab keluar.
Petugas juga akan menyampaikan data wisatawan tersebut ke instansi pemerintah sesuai domisilinya masing-masing.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor selaku Jurubicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor R Irwan Purnawan mengatakan, penerapan protokol kesehatan yang ketat menjadi pelindung cegah Covid-19. Terutama saat berada pada tempat yang menimbulkan kerumunan.
Ia juga mengungkapkan pelaksanaan rapid test dilakukan di sejumlah destinasi wisata tujuan wisatawan di kawasan Puncak.
“Rapid test dilakukan secara acak, apabila ada yang reaktif, maka akan berlanjut dengan swab test,” tambahnya.
Menurut Irwan, Pemerintah Kabupaten Bogor pun melakukan pembatasan kapasitas pengunjung di semua obuek wisata dan restoran di tempat wisata.
“Kita batasi untuk pengunjungnya sekitar 50 persen, karena bila ada kerumunan akan sangat berbahaya,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor diketahui total rapid test selama libur panjang dan cuti bersama sebanyak 1.405, dengan hasil reaktif sebanyak 69 atau 4, 91 persen.
Rinciannya adalah di hari pertama rapid test massal yaitu kamis 29 oktober 2020 dari 918 sampel ditemukan 50 wisatawan reaktif.
Kemudian, Jumat hari berikutnya dari 177 orang ditemukan 2 orang reaktif, pada Sabtu dari 110 orang didapat reaktif 12 orang dan untuk pelaksanaan hari ini, Minggu 1 november 2020 ada 5 orang yang reaktif dari 200 orang yang di tes. (nandang).











Komentar