oleh

Tujuh Hari Dicari di Hutan Kutai Lama, Amiruddin (71) tidak Ditemukan

KUTAI LAMA – Amirudin, seorang pria berusia 71 tahun hilang begitu saja di hutan Kutai Lama, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Upaya Tim SAR Gabungan mencari Amiruddin hingga hari Ke-7, Rabu (1/9/2021) tetap tidak membuahkan hasil.

Sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan Melkianus Kotta melalui Kasi Ops dan Siaga Octavianto sebelumnya, sesuai Undang-Undang Nomor 29 tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, masa pencarian korban berlangsung selama 7 hari.

Baca Juga:   Pamit Mencari Rotan, Seorang Perempuan Diduga Terseret Arus

Pencarian terhadap Amiruddin akhirnya dihentikan Tim SAR.

Tim SAR Gabungan telah selesai melaksanakan Operasi SAR H 7 dengan hasil nihil.

“Pelaksanaan Operasi SAR telah dilaksanakan selama tujuh hari. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” kata Octavianto dalam keterangan tertulisnya yang diterima DETAKKaltim.Com group Siberindo.co, Rabu (1/9/2021) pukul 17:50 Wita.

Meski pencarian secara aktif ini dihentikan, kata Octavianto lebih lanjut, namun pemantauan secara pasif tetap dilakukan.

Baca Juga:   Tim SAR Jalur Udara Gagal Evakuasi Kapolda Jambi Karena Kabut Tebal

“Jika ditemukan tanda-tanda korban, Operasi SAR akan dilanjutkan Kembali,” kata Octavianto.

Amiruddin, warga RT 11, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, dilaporkan hilang oleh Merry, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Angganan.

Sebagaimana yang disampaikan saksi Dewi, Amiruddin terlihat berjalan memasuki hutan di kawasan Desa Kutai Lama, Selasa (24/8/2021) Pukul 17:00 Wita.

Amiruddin meninggalkan sepeda motor di pinggir jalan, namun setelah beberapa lama korban tidak juga keluar dari hutan tersebut.

Baca Juga:   Empat Korban Kecelakaan Helikopter Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Mulai saat itu pencarian dilakukan. Meski pencarian telah dilakukan Tim SAR Gabungan di area seluas 25 Km2 dari area yang telah ditentukan pada hari pertama, hingga penutupan korban tidak juga ditemukan.

Berbagai unsur yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap korban di antaranya Unit Siaga SAR Samarinda, Polsek Anggana, BPBD Anggana, Relawan Kukar, dan keluarga korban. (Siberindo.co)

Penulis : LVL

Komentar

Berita Lainnya