oleh

Kapal Tongkang Bermuatan Batubara Terdampar di Pantai Bayah

LEBAK–Sebuah kapal tongkang berisi muatan batubara terdampar di pesisir pantai Lebak selatan, tepatnya di Kampung Cikumpay, RT4 RW1, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Kapal tongkang tersebut terdampar dikarenakan terputusnya tali penarik kapal tunda atau tugboat. Yakni kapal yang dapat digunakan untuk melakukan manuver atau pergerakan utamanya menarik atau mendorong kapal lainnya di pelabuhan.

Kapal tongkang bermuatan batubara itu berangkat dari Pelabuhan Lampung menuju PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

“Kapal tongkang bermuatan batubara sampai terdampar di pesisir Pantai Bayah Barat, akibat putusnya tali penarik kapal tugboat,” kata Koordinator BPBD Bayah Gagan Suganda kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Baca Juga:   Patroli Kamla KRI Siwar-646 Gulung Lima Pencuri di Kapal Tongkang

Putusnya tali penarik kapal tugboat, disebabkan kondisi cuaca buruk. Terjadi gelombang tinggi dan embusan angin kencang.

“Putusnya tali pengikat membuat kapal tongkang lepas hingga terdampar ke tepi Pantai Bayah Barat,” katanya.

Kapal Tongkang bermuatan batubara dari Lampung menuju Bayah untuk menuju PT Cemindo Gemilang.

“Belum juga sampai di dermaga PT Cemindo Gemilang di Bayah, kapal tongkang terdampar terempas ombak besar pasca tali pengikatnya putus,” katanya.

Baca Juga:   Patroli Kamla KRI Siwar-646 Gulung Lima Pencuri di Kapal Tongkang
Tali Pengikat Putus

Gagan menambahkan, sebetulnya kapal tongkang bermuatan batubara itu ditarik oleh dua kapal tugboat.

“Namun tali pengikat kapal pembantu putus. Sehingga membuat kapal tongkang dilepaskan karena khawatir membahayakan awak kapal tugboat,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Pebby Rizki Pratama menuturkan, berdasarkan laporan dari relawan BPBD, kapal tongkang terdampar karena tali pengikat Kapal tugboat terputus.

“Kejadian putusnya hari Jumat sore, sedangkan terdamparnya kapal tongkang ke tepi Pantai Bayah itu hari Sabtu kemarin,” katanya.

Sejauh ini, dikatakan Febby, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Baca Juga:   Patroli Kamla KRI Siwar-646 Gulung Lima Pencuri di Kapal Tongkang

“Adapun penyebab putusnya tali pengikat kapal tongkang karena cuaca buruk,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Kabupaten Lebak, Dasep Novian, menuturkan, terdamparnya kapal tongkang menyebabkan biota air laut tercemar dari tumpahan batubaranya.

“Tumpahan batubara akan mengganggu biota air apalagi yang sensitif terhadap perubahan yang drastis. Insya Allah besok tim abdi meluncur ke Lebak selatan. Ini lagi koordinasi dengan pihak DLHK Provinsi Banten,” katanya.(yud)

Komentar

Berita Lainnya