oleh

Baru Selesai Dibangun, Proyek Embung Sudah Ambrol

LEBAK–Proyek embung di Desa Leuwi Coo, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, senilai Rp643.150.000.00 ambrol tanpa sebab yang jelas. Padahal, proyek yang berasal dari program Flood Management in Selected River Basins (FMSRB) loan ADB 2021 tersebut baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan.

Tentu saja, proyek yang seharusnya digunakan untuk mengairi persawahan milik warga di Desa Leuwi Coo tersebut dinilai sangat mubazir. Karena, belum juga digunakan sudah mengalami kerusakan.

“Baru selesai dibangun, embung tersebut sudah rusak karena ambrol. Padahal, embung yang seharusnya digunakan untuk memenuhi air bagi areal persawahan milik warga belum sempat digunakan,” kata Asep Priyanto, ketua Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Kabupaten Lebak, kepada wartawan, di lokasi proyek embung yang ambrol, Sabtu (31/7/2021).

Asep meminta, Dinas PUPR Kabupaten Lebak selaku organisasi perangkat daerah (OPD) yang berwenang menangani proyek tersebut agar segera cepat tanggap untuk menangani kerusakan Embung di Desa Leuwi Coo. Bahkan, kata Asep, PUPR juga harus melakukan investigasi terkait penyebab kerusakannya.

“Lah, ini kan baru saja sebulan, kok sudah rusak Embungnya, saya berharap PUPR Lebak segera melakukan penanganan dan mencari penyebab kerusakannya,” ujar Asep.

Dikerjakan Asal-asalan

Menanggapi ambrolnya embung di Desa Leuwi Coo, Sekretaris Dinas PUPR Lebak, Irfan Suyatufika, mengatakan, penyedia barang sudah mengirim alat berat kelokasi. “Kalau tidak salah alat berat jenis Beko sudah dikirim ke lokasi,” kata Irfan dalam pesan WhatsApp-nya singkat.

Agus Ider Alamsyah, anggota DPRD dari Komisi IV, mengaku geram mendengar kabar adanya kerusakan pada proyek embung yang ditangani Dinas PUPR Lebak. Selaku mitra PUPR, komisi IV, kata Agus, meminta agar kerusakan proyek tersebut segera ditangani dan dicari tahu penyebab kerusakannya.

Karena kata Agus penyebab kerusakan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya faktor alam atau faktor human eror karena pekerjaan proyek yang asal-asalan oleh pelaksana.

“Ini keterlaluan, masa proyek baru selesai dibangun sudah ambrol, anggarannya besar loh itu. Kami minta agar PUPR segera menangani kerusakan dan mencari penyebab kerusakannya,” ucap Agus.

“Kita akan membahas ambrolnya embung tersebut bersama teman teman dari Komisi IV,”tambah Agus.(kew)

Komentar

Berita Lainnya