KARAWANG – Tegar Yanuar (17) siswa kelas 3 Sekolah Menengah Kejuruan Industri Teknologi Nasional (SMK ITENAS) di Kecamatan Pedes, Karawang, Jabar, kini bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) di sekolahnya.
Namanya sempat ramai di media massa dan media sosial.
Dikabarkan, anak dari keluarga tak mampu ini tak boleh ikut UAS karena menunggak Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Rp 4.525.000.
Selain tak bisa UAS, ia pun terancam dikeluarkan (drop out, DO) oleh pihak sekolah.
Namun hal yang sebelumnya sempat membuat pilu perasaan ibu kandungnya, Dedeh (50), itu berubah jadi suka cita.
Seorang dermawan telah melunasi kewajiban Dedeh ke sekolah.
Dermawan itu bukan pejabat Pemkab terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial maupun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), tapi polisi!
Tunggakan SPP tegar ternyata telah dilunasi oleh Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra.
Kapolres yang prihatin kondisi keluarga Tegar akhirnya memastikan kepada pihak keluarga bahwa Tegar harus tetap mengikuti ujian akhir sekolah.
Sekira pukul 15.51 WIB, Kamis (29/04/2021), sebuah pesan WhatsApp (WA) dari Kapolres Karawang, masuk ke meja redaksi. “Saya Bantu,” isi pesan WA itu.
Sebagai bukti keseriusannya membantu keluarga Tegar Yanuar, sekira pukul 21.41 WIB, Kamis (29/4/2021), Kapolres kembali mengirimkan tiga pesan WA.
Kapolres mengirimkan foto Kapolsek Pedes, AKP Ade Firmansyah dengan seorang anggotanya sedang mengunjungi kediaman keluarga Tegar di Dusun Pedes 1, Desa Payungsari, Kecamatan Pedes, Karawang.
Satu lagi pesan WA berisi kepastian bahwa Tegar sudah bisa mengikuti ujian di sekolahnya. “Besok InsyaAllah bisa ikut ujian,” tulis Kapolres.
Kapolsek Pedes, AKP Ade Firmansyah mengatakan, diperintah
langsung Kapolres Karawang untuk mengunjungi keluarga Tegar.
Tujuannya, menyampaikan amanah bahwa semua tunggakan bayaran SPP Tegar di sekolahnya, telah dilunasi Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra.
Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, Kapolres Karawang membayar tunggakan itu melalui transfer ke nomor rekening pihak SMK ITENAS Pedes.
Di sekolahnya, tampak Tegar sedang tekun mengikuti UAS. Ia tampak mengenakan seragam Pramuka.
Sebelumnya diberitakan, Tegar terancam DO dan tak bisa ikut UAS karena menunggak SPP.
Orangtuanya tak mampu membayar, karena untuk kehidupan sehari-hari pun serba kekurangan.
Tegar dibesarkan oleh orangtua tunggal, yakni ibunya. Mereka bertiga, dengan kakak Tegar, tinggal di gubuk kecil berdinding tripleks.
Semenjak SMP, Tegar Yanuar dan kakaknya ditinggal ayah mereka yang cerai dari ibunya.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, sang ibu, Dedeh mengandalkan warung kecil yang hanya menjual jajanan anak-anak.
Jika warung sepi pembeli, Dedeh hanya berharap dari penghasilan kuli serabutan anak pertamanya di Pasar Pedes.
Sesekali Tegar juga ikut jejak sang kakak menjadi kuli serabutan di sekitar Pasar Pedes.
Sejumlah pengurus Yayasan SMK ITENAS Pedes menyatakan, tidak pernah ada niat mengeluarkan Tegar dengan alasan apa pun.
Hal itu juga ditegaskan Kepala SMK ITENAS Pedes, Ita. “Silakan saja ikut ujian. Paling tidak bantu sekolah berapa saja,” jelasnya.(Kabarsebelas.com)











Komentar