GARUT – Truk pengangkut batu bata menyeruduk sebuah madrasah di Kampung Harendong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (2/4/2021) petang. Dua orang tewas, sejumlah lainnya cedera.
Polisi mengatakan, dua korban tewas adalah pengemudi truk, dan seorang siswa yang sedang berada di dalam ruang madrasah itu.
“Kami masih mendata. Sementara, korban meninggal dunia dua orang. Tentang penyebab kecelakaan, masih kami dalami,” kata Kanit Lantas Polres Garut, Ipda Priyo.
Mobil ambulans dari dua Puskemas dikerahkan untuk mengevakuasi korban.
Kepala Puskesmas Cempaka, Khania Puspita mengatakan pihaknya membantu mengevakuasi korban.
“Fokus pertolongan di puskesmas Karangpawitan dan dibawa ke RSU,” ujarnya.
Khania menjelaskan korban yang dievakuasi ke Puskemas Cempaka delapan orang dan satu korban meninggal dunia.
“Satu korban yang meninggal, dibawa ke RSUD dr Slamet, Garut,” katanya.
Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat (Kassubag Humas) Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat mengatakan, truk bernomor polisi Z 8229 DW yang dikemudikan sopir Suhanda melintas di jalan raya Karangpawitan.
Ruas jalan lurus, dan menurun. Diduga, truk mengalami masalah rem. Sehingga meluncur tak terkendali dan menyeruduk madrasah.
“Truk menabrak bangunan Yayasan Nurul Barokah. Akibatnya, dua orang meninggal dunia, dan sejumlah orang mengalami luka-luka,” kata Muslih
Dua orang yang tewas adalah sopir turk, dan siswa madrasah. Satu anak juga cedera parah, delapan lainnya terluka.
Polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara dan menolong para korban. Polisi juga telah mendata saksi-saksi serta mencari informasi lainnya. (*)
– dari berbagai sumber











Komentar