YOGYAKARTA – Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas. Jumat (2/4/2021) pagi, guguran wedus gembel itu terjadi pukul 05.00 WIB, dengan jarak luncur sekitar 1500 m ke arah barat daya.
Sekitar satu jam sebelumnya, guguran awan panas meluncur dengan jarak lebih pendek, sekitar 900 m dari moncong kawah.
Gejala ini menunjukkan, Merapi sedang terus memompa keluar materi vulkanik dalam proses peletusannya.
Pada akun resminya di Twitter, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), merinci aktivitas Merapi yang nyaris tanpa henti sejak dinyatakan siaga, 5 November 2020.
Pada Rabu (31/3/2021) tercatat, 45 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm selama 11-95 detik.
Pihak BPPTKG menyebutkan, potensi bahaya hingga saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.
Kawasan itu meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Sungai Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Karena itu masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat diminta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi. (*)











Komentar