oleh

Kapal Kargo Terbakar di Cilacap, Lima ABK Bertahan untuk Bantu Pemadaman

CILACAP – Kapal kargo Pusri MT Soemantri Brodjonegoro Jakarta bermuatan pupuk terbakar terminal khusus dermaga Pertamina, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (1/12/2921).

Kapten RIB (Rigid Inflatable Boat) Basarnas Cilacap, Maryadi mengatakan, peristiwa ini diketahui pertama kali sekitar pukul 07.15 WIB.

“Kapal Soemantri Brodjonegoro dengan muatan pupuk terbakar dan saat masih dilakukan upaya pemadaman oleh petugas,” katanya, Rabu (1/12/2021) pagi.

Berdasarkan catatan manivest, jumlah anak buah kapal (ABK) yang tertulis 27, namun pada saat akan berangkat atas nama Dwi Haryanto ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya atas nama tersebut ditinggal.

Baca Juga:   Naik Kasur! Tiga Anak Terapung ke Tengah Laut, Begini Kisahnya

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap I Nyoman Sidakarya mengatakan pihaknya melakukan evakuasi terhadap seluruh anak buah kapal tersebut.

“Hingga pukul 09.50 WIB, kami sudah mengevakuasi 21 orang dari total 26 ABK,” katanya di Cilacap, Rabu.

Menurutnya, lima ABK lain yang masih berada di dalam kapal saat sekarang sedang memantau upaya pemadaman.

Baca Juga:   Sadis! Seorang Bidan dan Anaknya Dibunuh, Mayatnya Dibuang ke Bawah Jembatan Tol 

Ia mengatakan berdasarkan keterangan dari ABK yang telah dievakuasi, kapal yang mengangkut pupuk PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang berada di sekitar Area 70 atau Dermaga Khusus Pertamina itu mulai tetbakar pada pukul 07.15 WIB.

“Menurut keterangan ABK, titik apinya belum diketahui karena tiba-tiba muncul asap tebal,” katanya.

Selain Basarnas, kata Nyoman, upaya evakuasi ABK dan pemadaman kapal tersebut melibatkan personel Pangkalan TNI Angkatan Laut Cilacap, Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Cilacap, Pertamina, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Cilacap, serta pihak lainya.

Baca Juga:   Tangki Pertamina Cilacap Terbakar di Tengah Hujan Lebat dan Badai Petir

Kapten RIB Basarnas Cilacap, Maryadi mengatakan, penumpang yang berangkat ke Cilacap total 26 penumpang dan yang sudah dievakuasi 21, yang masih di atas kapal 5 orang.

Menurut informasi, seluruh penumpang sudah clear. “Tinggal yang di atas kapal sedang membantu atau memantau proses pemadaman,” ujarnya. (*)

Berita Lainnya