oleh

PTM Diberlakukan, Pengemudi Ojek Pangkalan di OKU Selatan Senang

OKU Selatan–Wabah Virus Corona (Covid-19) yang melanda berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Bahkan banyak masyarakat yang sudah terdeteksi positif terinfeksi virus corona di Tanah Air, Pemerintah pusat dan daerah pun melakukan pembatasan mobilitas di berbagai sektor.

Anjuran belajar, bekerja, dan beribadah di rumah, dan batasan jarak dalam bersosialisasi (social distancing) dikampanyekan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus.

Diberlakukannya pembatasan mobilitas tersebut banyak kalangan masyarakat yang merasa galau dengan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan belajar di rumah. Salah satunya para kepala keluarga yang menjadi tukang ojek pangkalan.

Baca Juga:   Kapolres OKU Selatan Kunjungi Rumah Santriwati Korban Pemerkosaan, Ada Apa?

Namun kini kabar gembira menghampiri para tukang ojek pangkalan tersebut. Pasalnya pemerintah pusat dan daerah telah resmi mengizinkan berlakunya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Kegembiraan itu diketahui saat media ini berbincang dengan beberapa tukang ojek dengan rentang usia 35 sampai 40 tahun yang sehari-hari menjadi tukang ojek pangkalan di Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan.

Beberapa orang pengemudi ojek pangkalan ini mengaku sadar wabah Covid-19 masih ada, dan mereka pun takut terinfeksi virus yang sampai sekarang belum ada obatnya.

Baca Juga:   Polisi Tangkap Seorang Pria Berikut 16 Bibit Pohon Ganja

Tapi, kalau mereka diam di rumah mengikuti anjuran pemerintah, konsekuensinya tidak dapat uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Karena itu, mereka berupaya meningkatkan kewaspadaan dengan cara selalu memakai masker,dan membawa cairan pembersih tangan.

Dengan diberlakukanya kembali pembelajaran tatap muka (PTM) ini, sendi perekonomian kembali menggeliat. Kembalinya para pelajar ke sekolah membuka peluang bagi tukang ojek untuk mencari rezeki dengan jasa antar jemput anak sekolah.

Seperti diakui oleh Ifan, warga kelurahan Bumi Agung, dengan kembalinya aktivitas kegiatan pembelajaran tatap muka, para pelajar kembali menggunakan jasanya untuk antar jemput baik berlangganan maupun ojek harian.

Baca Juga:   Reza Dihabisi Kakak Beradik Ini Gara-gara Tegur Soal "Ngelem"

Dalam satu hari ia bisa antar jemput empat pelajar yang sudah menjadi langganan. Selain itu ia bisa antar jemput pelajar yang menggunakan jasa harian.

“Jadi dari pukul 06:00 sampai 7.30 WIB saya bisa mengantar tujuh orang pelajar dari berbagai sekolah,” terangnya.

Ifan juga berharap kepada pemerintah pusat dan daerah agar pelajar tidak dirumahkan lagi dan wabah Covid segera berlalu. “Semoga PTM ini terus berlaku, dan keaadan kembali normal seperti dulu,” pungkasnya. (Ayik/Red)

Komentar

Berita Lainnya