oleh

Telepon Xi Jinping, Presiden Jokowi Bicara Proyek Vaksin

JAKARTA – Hubungan Indonesia dengan China kerap mesra, tapi juga tak jarang memanas hingga memunculkan friksi yang dalam. Ini dapat dilihat dari drama investasi negeri tirai bambu itu di nusantara, termasuk konflik Natuna.

Meski hubungan turun naik, Presiden Joko Widodo berupaya menghargai hubang bilateral yang sudah tercipta sejak 70 tahun lalu. Ini dibuktikan dengan ucapan orang nomor wahid di negeri ini ke Presiden China Xi Jinping.

”Terima kasih atas surat Presiden Xi, mengenai ucapan selamat peringatan 70 tahun hubungan bilateral kita, saya harapkan hubungan dan kerja sama antara dua negara akan lebih kuat dan saling menguntungkan,” ucap Presiden Jokowi, melalui sambungan telepon pada Selasa (1/9) di Istana Kepresidenan Bogor.

Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Jokowi juga mengapresiasi pemerintah Tiongkok atas hasil kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir ke Tiongkok beberapa waktu lalu untuk membahas beberapa kerja sama di bidang kesehatan dan ekonomi yang saling menguntungkan.

Baca Juga:   Ketua KPCPEN Pastikan Aparat dan Tenaga Medis Divaksin Tahap Pertama

”Saya apresiasi dukungan pemerintah Tiongkok dalam upaya penguatan kerja sama kesehatan yang strategis, termasuk co-production dan penyediaan vaksin Covid-19,” kata Presiden Jokowi.

Selain di bidang kesehatan, Presiden Jokowi juga menggarisbawahi bahwa kerja sama ekonomi tidak boleh terhenti sama sekali meskipun dalam kondisi pandemi. Salah satunya ialah terkait pengaturan travel corridor antar kedua negara.

Baca Juga:   Erick Thohir Tanggung Pengobatan Dorce, Ini Alasannya

”Saya menyambut baik pengaturan travel corridor yang telah disepakati dua negara tanggal 21 Agustus 2020 lalu untuk memudahkan perjalanan bisnis esensial dan kunjungan kedinasan yang mendesak, tentunya dengan terus mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” ujar Presiden. Kepada Presiden Xi, Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama investasi antara kedua negara yang terus menguat dan saling menguntungkan. (oke/sep)

Berita Lainnya