JAKARTA – Distributor WarnerBros. buat The Batman, Universal, memutuskan untuk tidak merilis The Batman di Rusia. Serangan Rusia ke Ukraina membuat beberapa distributor film melakukan gerakan boikot mengirim film mereka ke Rusia.
Meski terancam kehilangan jutaan dolar dari pemasukan box office, film ini gagal tayang di Rusia. Tadinya film ini akan ditayangkan pada 3 Maret 2022. Usai serangan Rusia ke Ukraina keputusan itu pun kemudian diubah dan film ini tidak ditayangkan sampai waktu yang tidak ditentukan.
“Karena krisis kemanusiaan di Ukraina, WarnerMedia menahan perilisan film The Batman di Rusia. Kami akan terus memantau perubahan situasi. Kami berharap akan ada perubahan dan kedamaian atas tragedi ini,” kata WarnerBros. dalam rilis resmi mereka, Selasa (1/3/2022).
Rusia sendiri sebenarnya merupakan pasar besar buat film-film superhero. Terbukti dari pendapatan Spider-Man: No Way Home yang mencapai US$45 juta dari box office Rusia.
Perilisan film ini juga sudah dinantikan karena daftar pemain kelas atas hingga sutradara kawakan Matt Reeves yang mengarahkannya. Film ini sudah mendapat banyak pujian dari kritikus jelang perilisannya secara global.
Film ini diprediksi bakal jadi film Batman dengan pendapatan paling besar di pekan pertama. Film ini diramalkan akan meraup minimal US$135 juta hingga maksimal US$185 juta hanya dari tiga hari pertama penayangannya.
Hanya dari ramalan pendapatan minimal, The Batman sudah mengalahkan pendapatan Batman Begins yang meraup US$48,7 juta di pekan pertama penayangannya.
The Dark Knight sebelumnya sukses mengantongi US$158,4 juta di box office dalam pekan pertama. Produksi ini jadi film Batman dengan pendapatan terbesar di posisi #3. Dua di atasnya adalah The Dark Knight Rises yang mendapatkan US$160,8 juta dan Batman v Superman: Dawn of Justice yang meraup US$166 juta. (ben)










