oleh

Bejat! Seorang Perwira Polisi Jadikan Anak 14 Tahun Sebagai Budak Nafsu

GOWA – Seorang perwira polisi, AKBP M, diduga mencabuli dan menjadikan gadis berusia 14 sebagai pemuas nafsu bejatnya di Gowa, Sulawesi Selatan.

“Perintah Pak Kapolda langsung dinonaktifkan dari jabatannya,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana, Selasa (1/3/2022).

AKBP M sebelumnya merupakan Kasubdit Fasiltas dan Jasa Pemeliharaan dan Perbaikan Materil Peralatan (Fasharkan) Ditpolairud Polda Sulsel. Kini ia resmi dicopot.

Komang mengatakan, M diringkus Senin (28/2/2022) malam. Kini AKBP M sedang diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga:   Pemprov Sulsel Hentikan Tahapan Lelang Semua Proyek

Aksi bejat perwira berinisial M ini dilakukan di rumahnya, di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, setidaknya sejak September 2022.

Pihak Propam Polda Sulsel mengaku sudah menerima laporan korban dan kini malakukan penyelidikan.

Korban adalah IS (14). Gadis bawah umur ini, semula bekerja sebagai asisten rumah tangga sang perwira.

Belakangan terungkap, bocah yang seharusnya dilindungi ini justru dijadikan pemuas seks perwira Polairud Polda Sulsel itu.

Baca Juga:   Sidang Vonis Herry Wirawan, Keluarga Korban: Hukum Mati Saja!

“Sebagai asisten rumah tangga, korban diduga justru mendapat perlakuan tidak senonoh,” ujar kuasa hukum korban, Amiruddin.

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Koeriawan berjanji akan menindak dan memberi sanksi tegas pada perwira itu

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar yang mengetahui kasus ini langsung turun tangan. Mereka mengaku siap mendampingi korban.

“Betul sekali kami akan lakukan pendampingan. Sudah dikonfirmasi, kasus ini ditangani di Polda. Jadi kami akan lakukan pendampingan kepada korban,” ujar Kepala DPPPA Kota Makassar Achi Soleman, Senin (28/2/2022).

Baca Juga:   Cegah Tewasnya Tahanan, DPR Minta Propam Mabes Polri Ubah SOP 

Achi masih akan menelusuri lokasi domisili korban. Sebab kejadian tersebut terjadi di daerah perbatasan Gowa dan Makassar yaitu daerah Barombong.

“Kalau memang masuk di Barombong, Gowa, kami akan melakukan komunikasi dengan UPTD Gowa. Kalau masuk Makassar, tim kami siap bantu anak tersebut,” ujarnya. (*/Siberindo.co)

dari berbagai sumber

Berita Lainnya