oleh

Anjing Pelacak Dikerahkan Cari Korban Gempa Pasaman, Ini Hasilnya

PADANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengerahkan anjing pelacak (K9) untuk mencari korban yang tertimbun longsor di Kabupaten Pasaman akibat gempa di Pasaman Barat, Jumat.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, di Padang, Senin (28/2/2022l mengatakan Polda Sumbar menurunkan sejumlah personel dari Direktorat Samapta dan Satuan Brimobda untuk membantu proses evakuasi korban.

“Anjing pelacak dari unit K-9 juga disertakan untuk melakukan pencarian korban,” kata dia.

Tim gabungan  terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan instansi masyarakat serta relawan lainnya, melakukan pencarian terhadap korban longsor akibat gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Pasaman.

Baca Juga:   Di Halmahera Selatan Lebih 100 Bangunan di Rusak Akibat Gempa

Ia mengatakan lokasi pencarian tersebut di Jorong Guguk, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

Petugas sampai saat ini masih melakukan pencarian korban yang hilang yang diduga tertimbun longsor atau reruntuhan bangunan. “Semoga korban dengan cepat dapat ditemukan,” katanya.

Sebelumnya Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra menyebutkan 1.529 personel gabungan yang membantu proses penanganan korban pascagempa di Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman.

Baca Juga:   Gebyar Vaksinasi "Sumdarsin" di Tanjung Raya Targetkan 1.000 Dosis

Polda Sumbar juga mengirimkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat sebanyak enam unit truk.

Selain itu, 17 Polres di luar Polres yang terkena gempa juga diwajibkan untuk membantu.

Setidaknya, enam orang meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumbar, Jumat, (25/2/2022).

Gempa berkekuatan 6,2 itu juga mengakibatkan 30 orang luka-luka. Mereka yang tewas dan cedera akibat terimpit bangunan yang roboh saat gempa terjadi.

Baca Juga:   Gempa: Lebih dari 14.000 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kepala Pelaksanan (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman, Alim Bazar, mengatakan, situasi di Puskesmas Ladang Panjang masih dalam kepanikan, akibat terjadi beberapa kali gempa susulan setelah gempa kedua.

Ratusan rumah roboh akibat gempa berkekuatan 6,2 yang mengguncang daerah itu, Jumat (25/2/2022).

“Daerah terparah yang mengalami kerusakan yaitu Nagari Kajai di Kecamatan Talamau dan Nagari Kinali,” kata Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat Hamsuardi. (*/Siberindo.co)

Sumber: tribratanews.polri.go.id

Berita Lainnya