oleh

Di Halmahera Selatan Lebih 100 Bangunan di Rusak Akibat Gempa

LABUHA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara mencatat sedikitnya 109 rumah warga di dua Kecamatan mengalami kerusakan akibat gempa pada Jumat, (26/2/2021).

Menurut informasi yang dihimpun indotimur.com grup siberindo.co, kerusakan sementara yang didata BPBD tersebar di sejumlah Desa di Kecamatan Bacan dan Kecamatan Bacan Selatan.

Di Kecamatan Bacan, terdapat 7 desa yang mengalami kerusakan akibat gempa, diantaranya Desa Marabose, Desa Labuha, Desa Amasing Kota, Desa Amasing Kota Utara, Desa Amasing Kota Barat, Desa Indomut serta Desa Belang-Belang.

Di Kecamatan Bacan Sekatan, terdapat 4 desa yang terdata mengalami kerusakan yakni, Desa Mandaong, Desa Tembal, Desa Kupal dan Desa Tuokona.

Kepala BPBD Halmahera Selatan, Abukarim Latara mengaku, pihaknya baru mendata kurang lebih 109 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempabumi tersebut. “Namun belum seluruhnya,” kata Abukarim.

Ia menyatakan, pihak BPBD terus melakukan pendataan terhadap dampak gempabumi untuk dijadikan laporan ke BPBD Provinsi Maluku Utara.

Abukarim memgaku, belum dapat merinci kerusakan per Kecamatan dan per Desa sebab hingga saat ini, personil BPBD masih berada di lapamgan untuk mengidentivikasi kerusakan akibat gempabumi.

Baca Juga:   Waspada! Ada Potensi Gempa Besar dan Tsunami di Selatan Jawa Timur

Selain BPBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan juga sedang melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi korban dalam bencana alam tersebut.

Salah satu staf Dinas Kesehatan Halsel, Asdiyana Saib mengatakan, pihaknya bergerak turun ke lapangan pasca gempa, untuk memastikan data dan melakukan pelayan kesehatan terhadap warga terdampak gempa.

Kata dia, tim kesehatan Dinkes Halsel langsung menyambangi kawasan-kawasan terdampak gempa termasuk mendatangi lokasi-lokasi pengungsian dan tenda-tenta darurat.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Dinkes Halsel, di lokasi pengungsian Mesjid Raya Desa Hidayat, petugas kesehatan menemukan dua warga Desa Mandaong yakni Adi Sentosa (25) dan Jefri Simanjuntak (26) mengalami luka ringan di bagian kepala dan kaki akibat tertimpa material rumah saat gempa.

Sementara di lokasi pengungsian Mapolres, petugas medis juga menemukan satu warga Labuha atas nama Hatijah Udin (17), mengalami luka ringan di bagian kaki.

Di Desa Marabose, juga tercatat dua warga yakni Surianti (50) bersama seorang cucunya berusia 13 tahun mengalami luka ringan di bagian kaki dan tangan.

Baca Juga:   Lebih 3.000 Rumah Warga Medan Tergenang, Pihak BNPB Bilang Begini

“Di Desa Marabose kami dapat laporan bahwa ada korban, sehingga kami langsung jemput mereka di rumah,” ujar Asdiyana.

Seluruh korban luka ringan yang dijumpai di lokasi pengungsian maupun di rumah, langsung dievakuasi ke RSUD Labuha untuk mendapat perawatan lebih intensif. “Tadi kami dapat lima orang korban. Semua luka ringan,” kata Asdiyana.

Selain rumah warga, gedung pemerintahan berupa kantor DPRD dan Rumah Sakit Umum (RSU) Labuha juga mengalami rusak akibat gempa.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 terjadi pada Jumat (26/2), pukul 18.02 WIB. Gempa memicu guncangan kuat hingga warga Labuha di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, merasakannya.

Data BNPB per 28 Februari 2021, pukul 18.00 WIT, mencatat gempa M5,2 berdampak di enam kecamatan, yaitu Kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Bacan Barat, Bacan Timur, Bacan Barat Utara dan Bacan Timur Tengah.

Jumlah rumah telah teridentifikasi namun belum terklasifikasi tingkat kerusakan. Jumlah kerusakan rumah warga terbanyak berada di Kecamatan Bacan sebanyak 224 unit, Bacan Selatan 127, Bacan Timur 47, Bacan Barat Utara 11, Bacan Timur Selatan 9 dan Bacan Timur Tengah 9.

Baca Juga:   Waspada! Sembilan Provinsi Ada di Jalur Lintas Siklon Tropis Surigae

Selain kerusakan rumah, gempa berdampak pada kerusakan fasilitas publik, di antaranya sarana ibadah. Empat sarana ibadah rusak di Kecamatan Bacan dan satu di Bacan Selatan.

Sedangkan sarana pendidikan, dua unit mengalami kerusakan di Kecamatan Bacan. Pada fasilitas kesehatan, kerusakan masing-masing satu di Kecamatan Bacan dan Bacan Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan telah mendirikan tenda pengungsi, seperti di halaman RSUD Labuha.

Pihak BPBD juga mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak. BPBD Provinsi Maluku Utara telah memberikan bantuan logistik makanan, sedangkan stok logistik makanan masih mencukupi sampai dengan 14 hari ke depan.

Pantauan Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB menyebutkan tantangan yang dihadapi dalam masa darurat yaitu lokasi terdampak yang sulit dijangkau dan jaringan komunikasi.

Pihak TRC BNPB yang telah tiba di lokasi segera memberikan pendampingan dalam aktivasi pos komando penanganan darurat. Selain itu, tim membantu kaji cepat dampak kerusakan akibat gempa di Desa Amasing Kota Utara, Kecamatan Bacan. (iel)

SUMBER: indotimur.com

Komentar

Berita Lainnya