Program ini bertujuan memfasilitasi generasi millenial yang ingin magang dan belajar sesuai dengan passion dan hal kekinian untuk mendukung mereka nantinya di dalam dunia kerja ataupun dunia bisnis.
“Program ini memang sengaja kita buat untuk melatih adik-adik kita yang dalam masa transisi, yaitu dari semester akhir atau baru lulus kuliah untuk menghadapi dunia kerja atau bisnis. Dalam program ini kita tidak hanya melatih hard skill, tetapi juga soft skill sehingga mereka siap menghadapi ‘the real world’. Di perusahaan inilah tempatnya mereka belajar, berlatih, dan ditempa secara masif,” ujar Nico Viersander selaku CEO ikomart.id.
Avis, yang merupakan COO (Chief Operation Officer) dari ikomart.id menyampaikan, program ini sengaja dirancang dan segera direalisasikan di awal tahun 2022 ini dalam rangka merespon perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini.
“Kita berusaha mengarahkan anak-anak muda untuk menjadi penentu di dalam komunitas dan membuat inovasi-inovasi yang akan menjadi role model. Program ini diikuti oleh lebih dari 20 universitas di seluruh indonesia dan pelamar yang mencapai 70 orang. sementara setelah mengikuti proses seleksi, ada sekitar 13 orang yang diterima dari berbagai daerah dan perguruan tinggi,” ujarnya.
Di masa digitalisasi ini, jarak tidak menjadi masalah dalam berkontribusi dan berkinerja. Bahkan budaya perusahaan kami selalu mengadakan weekly meeting secara daring dan luring dengan mengutamakan berbahasa inggris.
Hal ini juga mengajarkan dan membiasakan mereka untuk berbahasa Inggris. Terpisah, Muhammad Nazif selaku CMO menambahkan, pogram ini sangat mendukung pemerintah provinsi Sumatera Barat dalam mencetak para pengusaha muda.
Tim selalu mengarahkan kepada adik-adik karyawan dan mahasiswa, agar mereka punya target belajar dan bekerja, yang pada akhirnya nanti menjadi pengusaha dan berkontribusi positif untuk kemajuan negeri.
“Oleh karena itu kami menekankan untuk mempelajari soft skill serta mental dalam program ini. Kami berharap adik-adik bisa menjadi penentu arah perubahan Sumbar dalam menghadapi bonus demografi nanti.
“Tentunya kita berharap program ini bisa menjadi unggulan dan dijadikan budaya positif perusahaan kami sehingga kita tidak cuma profit oriented namun juga mengutamakan membangun generasi muda dan perekonomian,” ujarnya. (Ophik/KABA12.com)










