oleh

Jalan Panjang Jenazah TKI dari Malaysia, Seminggu Lewat Udara Darat dan Laut

SUMENEP – Untuk kesekian kalinya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia meninggal dunia. Kali ini menimpa Mawiyah warga Pulau Kangean, Desa Duko Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Ia meninggal Sabtu (23/1/2021) dan jenazahnya dikirim ke Indonesia, Kamis (28/1/2021) melalui jalur penerbangan bandara Kualalumpur Malaysia menuju bandara Juanda Surabaya.

Dari Surabaya, jenazah diangkut ambulans menuju pelabuhan Kalianget untuk diseberangkan ke pulau Kangean kecamatan Arjasa Sumenep, Minggu (31/01/2021)

Penyeberangan menggunakan perahu ambulans laut Relawan Masyarakat Kangean (RMK) dan Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) kabupaten Sumenep. Perahu ini sudah dilengkapi alat penunjang keselamatan.

Ainurrahman, ketua RMK menyampaikan, Mawiyah adalah TKI di Malaysia yang meninggal di sebuah Rumah Sakit Negara Malaysia dalam usia 48 tahun. Ia meninggal akibat komplikasi penyakit kencing manis (Diabetes Melitus).

Ainur menuturkan, jenazah Mawiyah tiba di pelabuhan Kalianget sekitar pukul 15.00 Wib. Karena perahu ambulance RMK-JPKP terkendala cuaca ektrem.

Jenazah Mawiyah sempat dititipkan RSUD H Moh Anwar Sumenep sambil menunggu perahu tersebut tiba di pelabuhan Kalianget.

“Ambulans laut RMK-JPKP berangkat dari pulau Kangean hari Jumat (29/01/2021) siang sekira jam 13.00 WIB. Karena cuaca ekstrem, perahu tersebut lepas jangkar di perairan pulau Talango Aeng,” ungkapnya.

Setelah cuaca membaik, Sabtu (30/1/2011) pukul 12.00 WIB perahu bertolak dari pulau Talango Aeng menuju Kalianget, dan tiba pukul 17.00 WIB.

Dibantu rekan-rekan dari JPKP Kabupaten Sumenep, jenazah Mawiyah berangkat dari pelabuhan Kalianget menuju pelabuhan Kangean sekira pukul 24.00 WIB (tengah malam).

Dengan menempuh perjalan laut 7 jam lebih, akhirnya perahu tersebut beserta jenazah Mawiyah tiba di pelabuhan pulau Kangean pada hari Minggu (31/01/2021) pukul 06.30 WIB.

“Karena cuaca ekstrem, perahu tersebut menempuh perjalanan lebih 7 jam. Pada saat cuaca normal biasanya perjalanan ditempuh 4 sampai 5 jam,” katanya.

Agus Junaidi, Ketua DPD JPKP Kabupaten Sumenep, menyampaikan perahu ambulans laut RMK-JPKP adalah perahu untuk muat jenazah warga kepulauan yang meninggal di lluar. (ONG/RadarBangsa.co.id)

Komentar

Berita Lainnya