oleh

Gara-gara Longsor, Sejumlah Sekolah di Lebak Alami Kerusakan

JAKARTA – Hujan intensitas tinggi memicu terjadinya pergerakan atau patahan tanah berakibat terjadinya longsor di Kampung Tegalumbu, RT 02 RW 01, Desa Wana Sari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (30/10/2020).

Selain hujan, terjadinya pergerakan tanah juga dipengaruhi oleh kondisi tanah yang labil. Peristiwa itu berdampak pada bangunan sekolah, yakni SMA N 3 Cibeber.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyampaikan, bangunan itu mengalami kerusakan dua ruang kelas berukuran 8×9 meter, satu ruang perpustakaan berukuran 8×9 meter dan satu bangunan musala.

Baca Juga:   14 Provinsi Siap Belajar Tatap Muka, Ketua DPD: Utamakan Safety

Sejauh ini, BPBD Kabupaten Lebak telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten, pihak kecamatan, pihak sekolah dan masyarakat setempat guna melakukan pemantauan serta pendataan dilokasi kejadian.

“Sementara itu korban jiwa dinyatakan nihil dan kerugian masih dalam pendataan lebih lanjut,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga:   Menteri Nadiem: Rencana Belajar Tatap Muka Dilakukan dengan Syarat Ketat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan data prakiraan cuacamenyebutkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Banten hingga Sabtu (31/10).

Selain Banten, prakiraan cuaca serupa juga berlaku untuk sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah.

Baca Juga:   Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Dua Kabupaten di Papua

Kemudian Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua.

Maka Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana.

“Segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana terkait dampak dari fenomena La Nina,” pesan Raditya. (sam)

Komentar

Berita Lainnya