oleh

Zona Oranye Terus Meningkat, Simak Penjelasan Satgas Covid-19

JAKARTA – Zona oranye atau risiko penularan Covid-19  terus mengalami peningkatan jumlah di tiap daerahnya.

Menurut Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, per 25 Oktober 2020, jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat.

Jumlah itu meningkat jika dibandingkan sejak pertama kali penetapan zonasi risiko daerah pada 31 Mei 2020, sebanyak 166 kabupaten/kota. Namun per 25 Oktober 2020, jumlah daerahnya bertambah mencapai 360 kabupaten/kota.

Baca Juga:   Update Covid-19: Kasus Positif Bertambah 5.444, Sekarang Jateng yang Terbanyak

“Target kita bersama seluruh kabupaten/kota berada di zona kuning dan hijau. Kita tidak boleh merasa puas berada di zona oranye,” kata Wiku di Jakarta, kemarin.

Wiku menyoroti 54 kabupaten/kota yang selama 10 Minggu berturut-turut berada dalam zona oranye. 

“Ini yang kami sebut sebagai perasaan nyaman tidak berada di zona merah, tetapi berada di zona oranye dalam waktu lama,” jelasnya.

Kondisi itu artinya, perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. 

Baca Juga:   Update Covid-19: Kasus Positif Bertambah 4317, 10 Provinsi Penyumbang Terbanyak

Harusnya daerah-daerah yang tidak berubah kondisinya selama 10 Minggu berturut-turut itu belajar untuk meningkatkan penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Berikut adalah kabupaten/kota yang tidak berubah zonasi risikonya, yakni, Aceh Tengah, Asahan, Karo, Kota Pematang Siantar, Labuhan Batu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Toba Samosir.

Banyuasin, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kota Solok, Bintan, Bogor, Demak, Grobogan, Kota Magelang, Purworejo, Sragen, Blitar, Jember, Jombang, Pandeglang, Bantul, Yogyakarta, Kulonprogo, Lombok Barat, Bulungan, Paser, Kapuas, Katingan.

Baca Juga:   Update Covid-19: Kasus Positif Baru Tembus Sepuluh Ribu

Pulang Pisau, Kota Banjarbaru, Tanah Bumbu, Kota Bitung, Kota Kotamobagu, Minahasa Selatan, Gowa, Luwu Utara, Maros, Pangkajene dan Kepulauan, Sinjai, Buton, Buton Tengah, Kota Bau Bau, Mamuju, Gorontalo Utara, Halmahera Utara, Kota Ternate dan Keerom.

“Kepada bupati dan walikota ini dibantu gubernurnya, untuk bisa memperbaiki kondisi di wilayahnya. Kami menunggu kepada 54 kabupaten/kota ini untuk bisa berpindah ke zona kuning,” demikian kata Wiku. (sam)

Komentar

Berita Lainnya