oleh

Industri Syariah Segera Bangkit, Salam 2 Jari untuk Jokowi!

JAKARTA – Dengan populasi penduduk muslim yang besar, Indonesia memiliki potensi keuangan dan ekonomi syariah jumbo. Namun, potensi itu belum tergali secara maksimal. Dan daerah salah satu contoh nyata ketertinggalan itu.

Bagi Calon Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari, gagasan dan langkah yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah terobosan jitu.

”Saya mengibaratkan industri keuangan syariah domestik itu bagai raksasa yang sedang tertidur. Lalu ada concern besar untuk membangkitkan raksasa itu dari sikap dan langkah Presiden. Kuatnya tekat presiden itulah yang patut kita syukuri,” jelas Zaiful.

”Anda bisa bayangkan, semua aset bank syariah milik negara akan dilebur jadi satu untuk melahirkan bank syariah raksasa. Jelas Indonesia akan menjadi sentral dunia. Dan kami berharap, kemudahan untuk mengembangkan usaha itu juga berimbas di daerah,” ujarnya.

Yang perlu digarisbawahi lagi, sambung Bang Ipul—sapaan akrab Zaiful Bokhari, pemerintah terus mengembangkan bank wakaf mikro di berbagai tempat.

Baca Juga:   Harris Arthur Hedar Dikukuhkan sebagai Profesor di UNM, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat

Pemerintah juga harus terus bekerja sama dengan pondok pesantren dan organisasi keagamaan untuk memajukan industri keuangan syariah.

”Tentu saja kita dan masyarakat Lampung Timur berharap industri keuangan syariah dapat menjadi industri keuangan alternatif untuk memajukan ekonomi rakyat di daerah. Sekali lagi kami apreiasi, salam dua jari untuk Presiden Jokowi” ujarnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi menegaskan salah satu upaya membangunkan raksasa yang sedang tertidur itu adalah dengan menciptakan entitas yang akan menjadi bank syariah terbesar di Indonesia.

Dia merujuk pada aksi korporasi penggabungan (merger) antara tiga bank syariah milik BUMN yakni PT BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri dan PT BNI Syariah.

Total aset tiga entitas bank syariah itu hingga semester I 2020 adalah Rp214 triliun.

Pengembangan ekonomi syariah yang berbasis sektor riil, padat karya, dan industri halal sangat potensial untuk memperluas penyerapan lapangan kerja dan menciptakan usaha baru.

Baca Juga:   Ganjar Dapat Pesan Khusus Jokowi Saat Duduk Satu Mobil

Untuk industri halal, Indonesia memiliki banyak produk halal unggulan seperti makanan, kosmetik, dan fesyen.

Bahkan untuk produk fesyen Indonesia memiliki cita-cita untuk jadi pusat fesyen muslim terbesar di dunia.

”Sayangnya potensi yang besar dalam industri halal juga belum dimanfaatkan dengan baik, karena itu upaya pengembangan yang integratif dan komprehensif perlu kita terus lakukan,” ujar Presiden di dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 secara virtual di Jakarta, Rabu lalu.

Menurut Jokowi, keuangan syariah tidak hanya diminati oleh negara dengan mayoritas penduduk muslim, tapi juga oleh negara lain seperti Jepang, Thailand, Inggris dan AS.

Maka, Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia lebih cepat harus menangkap peluang dan menjadi rujukan ekonomi syariah global. Dukungan BI Bank Indonesia mendukung RI menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia.

”Setiap tahun Indonesia semakin bergerak maju untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada kesempatan yang sama.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Restui Papua Jadi Provinsi Olahraga Nasional

Menurut dia, ISEF merupakan wujud nyata komitmen bank sentral melalui tiga pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yakni pemberdayaan untuk membangun mata rantai ekonomi halal, memperluas produk dan akses keuangan, serta edukasi dan sosialisasi.

Ditambahkannya, pembangunan mata rantai ekonomi halal diarahkan untuk skala kecil, menengah di pondok pesantren dan komunitas muslim hingga tingkat besar di industri dan asosiasi usaha.

”Sektor unggulan pertanian, fesyen, wisata ramah muslim dan energi terbarukan,” katanya.

Sedangkan perluasan produk dan akses keuangan dilakukan baik secara komersial yakni perbankan, pasar keuangan dan lembaga keuangan lain dan keuangan sosial seperti infak, sedekah dan wakaf.

Sementara itu, untuk edukasi dan sosialisasi melalui pengembangan kurikulum ekonomi keuangan syariah, kewirausahaan dan festival ekonomi keuangan syariah tingkat wilayah, nasional dan internasional. (man/tap)

Komentar

Berita Lainnya