oleh

Ini Dia Karyawan Wanita yang Nekat Produksi Surat Tes Antigen Palsu di Batam

BATAM–Seorang perempuan berinisial DSH (36) diamankan oleh Dit Reskrimum Polda Kepri karena mencetak surat rapid tes palsu untuk para pelamar kerja di Batam.

Terungkapnya modus pemalsuan surat rapid tes ini bermula pada 26 Juni 2021 sekitar pukul 12.00 WIB.

Waktu itu banyak pelamar kerja di Supermarket Diamond DC Mall, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, yang menggunakan surat rapid tes sebagai syarat melamar kerja, ternyata setelah ditelisik surat rapid tes tersebut palsu.

Hasil penyelidikan, pembuatnya adalah wanita berinisial DSH, warga Tiban Lama, Kota Batam yang merupakan karyawan di PT AMK Cabang Batam.

PT AMK adalah perusahaan penyalur tenaga kerja. Tersangka membuat surat rapid tes antigen palsu dengan menggunakan kop dan cap stempel salah satu klinik kesehatan di Kota Batam.

Baca:   Garuda Terbangkan 30 Ton Komoditas Ekspor Bali ke Hongkong

Tim Opsnal Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri yang mendapat informasi itu langsung mengamankan karyawan perusahaan outsourching atau penyalur tenaga kerja itu.

Pelaku memberikan surat rapid tes palsu kepada para pencari kerja sebagai persyaratan melamar kerja menjadi SPG produk di supermarket.

Penyidik berhasil mengamankan surat rapid tes antigen yang berkop dan cap stempel salah satu klinik kesehatan di Batam .

“Kemudian tim melakukan pengembangan, sehingga tim dapat mengamankan pelaku berinisial DSH yang membuat surat rapid tes antigen palsu. Tersangka diamankan di kantor perusahaan outsourching PT AMK Cabang Batam, berikut dengan barang bukti berupa perangkat kantor yang digunakan untuk mencetak surat rapid tes antigen palsu. Dari keterangan pelaku, ia merupakan penanggung jawab pada Kantor Cabang PT AMK,” tutur Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar.

Baca:   Kevin de Bruyne Datang Belgia Menang

Setelah para pelamar berhasil disalurkan ke perusahaan pengguna, berkas asli pelamar langsung dikirimkan ke kantor pusat PT AMK di Surabaya.

Pelaku membuat surat palsu tersebut sama sekali tidak diketahui oleh pihak kantor pusat PT AMK yang ada di Surabaya.

Pelaku juga telah membuat surat tapid tes antigen palsu sebanyak 20 lembar yang digunakan sebagai persyaratan melamar kerja sejak Maret 2021 hingga Juni 2021.

Baca:   RUU Pemilu Resmi Dikeluarkan dari Prolegnas 2021

Barang bukti yang diamankan polisi berupa 1 unit laptop, 1 unit mouse, 1 unit Klkeyboard, 1 buah name tag, 2 buah cap stempel klinik dan stempel tandatangan dokter, 1 unit printer, 1 unir scanner, 4 lembar surat rapid tes antigen yang diduga palsu, dan 1 lembar surat rapid tes antigen asli dari klinik yang dipalsukan.

Pelaku dijerat dengan pasal 263 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 6 tahun. Pelaku melakukan perbuatannya sendirian tanpa bantuan orang lain.

“Untuk korban yang dirugikan adalah klinik kesehatan tersebut,” tutup Panit Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri Iptu M Darma Ardiyaniki. (*/arl)

Komentar

Berita Lainnya