oleh

Ekspor dari Pelabuhan Kijing Bisa Sumbang Pendapatan Daerah Hingga Rp1,5 Triliun per Tahun

PONTIANAK– Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat AL Leysandri mengatakan sub sektor perkebunan memberikan andil besar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kalbar, terlebih setelah beroperasinya Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah.

“Kontribusi sektor pertanian 23 persen dari PDRB. Sub sektor perkebunan sendiri memberi andil 61 persen dari sektor pertanian tersebut,” ujarnya saat membuka Forum OPD Dinas Perkebunan Kalbar 2021 di Pontianak, Senin.

Pada kesempatan itu ia membahas tentang komoditas kelapa sawit. Menurutnya, dari perkiraan jika diekspor dari Pelabuhan Kijing bisa menyumbang Rp1,5 triliun per tahun.

Baca Juga:   Ekspor Buah-buahan Indonesia Naik 73,4 Selama Pandemi Covid-19

“Dengan melihat potensi yang ada dari Pelabuhan Kijing dari ekspor CPO maka juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalbar,” kata dia.

Ia juga mengatakan, komoditas sawit tidak lepas dari kampanye negatif seperti kebakaran lahan, karena komoditas sawit selain untuk pangan juga untuk energi.

“Komoditas sawit itu untuk pangan dan energi sehingga membuat ketidaksenangan bagi luar dengan kampanye hitam, siapa yang menguasai pangan dan energi bisa mengusai dunia,” katanya.

Baca Juga:   Ekonomi Nasional Mulai Pulih, Mendag Lepas Ekspor Senilai Rp35,03 Triliun

Dia juga menambahkan, untuk mengatasi kampanye negatif tersebut perlu kerja sama, selain aspek ekonomi penting juga untuk memperhatikan aspek lingkungan dan sosial,  sehingga sawit tidak menjadi sasaran kampanye negatif.

“Kita mendorong Pemkab di Kalbar untuk menangani konflik perkebunan, perlu memaksimalkan kewenangan yang ada melalui penilaian kebun jika ada perusahaan tidak sesuai dengan aturan yang ada,” kata dia.

Baca Juga:   Sudirman, Lulusan SD yang Jadi Eksportir Arang Briket

Sawit sebagai penyeimbang pola perkebunan menjadi lebih baik. Selain itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta mampu memperbaiki infrastruktur dan pembangunan tempat pendidikan.

“Perkebunan sangat penting dikembangkan dan butuh pembinaan atau pendampingan dalam hal itu,  khususnya sawit.  Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta mengembangkan infrastruktur, khususnya pendidikan, untuk kesejahteraan SDM kita,” katanya. (*/cr5)

Komentar

Berita Lainnya