oleh

Boys Talk di SMA SQII, Siswa Laki-Laki Diajak Kenali Potensi dan Bangun Karakter

-Headline, News-136 views

BEKASI — Sebanyak 15 siswa laki-laki SMA Sekolah Quantum Inti Indonesia (SQII), Cibubur, Kota Bekasi, mengikuti kegiatan Boys Talk untuk memperkuat karakter, mengenali potensi diri, dan membangun tanggung jawab. Kegiatan yang berlangsung Selasa (27/10/2026), pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, ini menghadirkan pembekalan motivasi dan pengembangan diri melalui pendekatan pembelajaran interaktif.

Kepala SMA SQII, Eva Rosita, S.Pd., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut penting untuk memberikan motivasi dan pembekalan pengembangan diri kepada para siswa. Sekolah sengaja menghadirkan praktisi dari Samarinda, Kalimantan Timur, Endro S. Efendi, untuk menyampaikan materi yang relevan dengan karakter dan tantangan remaja laki-laki saat ini.

“Kami merasa kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pembekalan motivasi dan pengembangan diri kepada para siswa. Karena itu, kami sengaja mengundang Pak Endro dari Samarinda, Kalimantan Timur, untuk memberikan pembekalan yang sesuai dengan karakter anak laki-laki zaman sekarang sebagai bekal mereka menghadapi masa depan,” ujar Eva.

Sebelum materi utama, Muhammad Fajriansyah Solichin, S.Pd., selaku guru agama, memberikan pembekalan mengenai bagaimana menjadi laki-laki yang mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Selama kegiatan berlangsung, para siswa turut didampingi oleh Toni Taryudi, S.Pd., Ratih Wulandari, M.Pd., dan Wahyu Linda, S.Pd.

Sebagai pemateri utama, Endro S. Efendi, M.Sos., CHt., CT., CPS., praktisi pengembangan diri, trainer, dan hipnoterapis klinis, menggunakan metode experiential learning. Metode ini menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung, aktivitas interaktif, dan refleksi sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoretis, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Melalui sejumlah permainan edukatif, para siswa diajak mengenali karakter masing-masing, memahami kelebihan dan kekurangan, serta membangun interaksi positif dengan orang lain. Aktivitas tersebut dirancang agar materi lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Endro juga mengajak para siswa memahami pentingnya memiliki tujuan hidup, mempertimbangkan pilihan pendidikan dan karier, serta mengembangkan kemampuan mengendalikan diri. Ia menekankan bahwa kedewasaan tidak hanya berkaitan dengan usia atau fisik, tetapi juga tercermin dari kemampuan mengambil keputusan, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

Pendekatan melalui permainan tersebut mendapat tanggapan positif dari guru pendamping. Ratih Wulandari, M.Pd., mengungkapkan bahwa selama kegiatan berlangsung, ia melihat perubahan signifikan dalam cara siswa berinteraksi dan menunjukkan kepedulian terhadap teman.

“Dari permainan yang diberikan Pak Endro, saya melihat perubahan yang cukup signifikan dalam cara siswa berinteraksi. Melalui permainan tersebut, para siswa menunjukkan kepedulian dan empati satu sama lain,” ungkap Ratih.

Menurut Ratih, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi para guru untuk memahami karakter siswa secara lebih mendalam. Metode interaktif dinilai dapat membantu pendidik menggali potensi dan kelebihan peserta didik yang belum tentu terlihat dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

“Metode seperti ini bisa menjadi pembelajaran bagi kami sebagai guru untuk menggali lebih dalam kelebihan dan potensi setiap siswa. Dengan begitu, kami dapat membantu mereka mengembangkan diri sebagai bekal menghadapi masa depan,” tambahnya.

Pada akhir kegiatan, Endro mengajak para siswa membangun komitmen untuk menjadi pribadi sesuai dengan karakter yang mereka cita-citakan. Dalam sesi refleksi, para siswa menyampaikan berbagai komitmen, di antaranya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, jujur, peduli terhadap sesama, menghargai orang lain, dan senang menolong.

Endro mendorong para siswa menjadikan komitmen tersebut sebagai kontrak pribadi, yakni janji kepada diri sendiri untuk terus bertumbuh, mengembangkan potensi, memperbaiki kekurangan, dan konsisten menjalankan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Boys Talk, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya membangun karakter yang kuat, menghargai sesama, dan berani bertanggung jawab atas pilihan hidup. Komitmen yang telah dibangun diharapkan tidak berhenti sebagai janji selama kegiatan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam keseharian. (fnd)

Berita Lainnya