oleh

Hadiri Penutupan Gebyar Nusantara 2026, Menteri Kebudayaan Tekankan Ruang Mahasiswa dalam Memajukan Kebudayaan

-Headline, News-132 views

SIBERINDO.CO – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri penutupan Gebyar Nusantara 2026 di Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Bogor, Jawa Barat. Kehadiran Menbud menjadi bentuk apresiasi Kementerian Kebudayaan terhadap konsistensi IPB University dan mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang memperkenalkan serta merawat keragaman budaya Indonesia.

Menbud Fadli Zon mengapresiasi IPB University, khususnya Kementerian Seni dan Budaya BEM KM IPB serta organisasi mahasiswa daerah, yang secara konsisten menghadirkan Gebyar Nusantara selama 23 tahun. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menunjukkan adanya keterlibatan mahasiswa dalam memperkuat pemajuan kebudayaan di lingkungan perguruan tinggi.

“Gebyar Nusantara telah berlangsung selama 23 tahun dan menjadi ruang apresiasi, kreasi, serta ekspresi budaya bagi generasi muda. Saya senang dapat hadir dan melihat langsung bagaimana mahasiswa ikut mengambil bagian dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia,” ungkap Menbud Fadli Zon dalam sambutannya di hadapan ratusan mahasiswa.

Menbud menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kebudayaan sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Beliau menjelaskan, pemajuan kebudayaan mencakup berbagai unsur, mulai dari bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan rakyat, olahraga tradisional, hingga seni.

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan lahir dari perjalanan peradaban yang sangat panjang. Keragaman itu tidak cukup hanya kita kenali, tetapi perlu kita majukan bersama. Karena itu, perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki posisi penting untuk ikut menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia,” ucap Menbud.

Menbud juga melihat kebudayaan sebagai modal yang dapat terus dikembangkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan pelaku budaya dan generasi yang meneruskan pengetahuan menjadi kunci agar kebudayaan tetap hidup sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Kita perlu membangun ekosistem budaya dan ekonomi budaya yang berkelanjutan. Sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas memiliki keterbatasan, tetapi budaya dapat terus hidup selama ada pegiatnya, ada manusianya, dan ada sumber dayanya,” jelas Menbud.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana, mengatakan bahwa kehadiran Menteri Kebudayaan pada puncak Gebyar Nusantara 2026 menjadi kehormatan bagi keluarga besar IPB University. Ia menyebut kegiatan tersebut menggambarkan keberagaman mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa membawa bahasa, busana, tarian, dan cita rasa dari berbagai penjuru tanah air. Kami ingin kampus ini menjadi tempat untuk menjaga, meneliti, dan mengembangkan kebudayaan bangsa, sehingga kegiatan ini dapat melahirkan karya kreatif mahasiswa yang berakar pada budaya dan memiliki daya saing global,” papar Deni.

Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB University, Muhammad Abdan, menyampaikan bahwa keberlangsungan Gebyar Nusantara selama lebih dari dua dekade tidak terlepas dari keterlibatan organisasi mahasiswa daerah. Menurutnya, keberadaan sekitar 70 organisasi mahasiswa daerah di IPB menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan mahasiswa dengan latar budaya yang beragam.

“Gebyar Nusantara merupakan miniatur Indonesia karena mempertemukan berbagai kultur untuk saling mengenal, memahami, dan merajut hubungan. Kami ingin menunjukkan bahwa IPB University tidak hanya memiliki kekuatan dalam keberagaman dan riset, tetapi juga memiliki komitmen untuk menjaga kebudayaan Indonesia,” jelas Abdan.

Gebyar Nusantara merupakan kegiatan budaya mahasiswa IPB University yang melibatkan organisasi mahasiswa daerah. Rangkaian Gebyar Nusantara 2026 berlangsung pada 5-27 September 2026 dan diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain perlombaan, kostum, stan kebudayaan, kuliner Nusantara, Jelajah Nusantara, serta pemilihan Putra Putri Organisasi Mahasiswa Daerah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memperkenalkan keragaman budaya daerah melalui berbagai bentuk ekspresi. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Gebyar Nusantara juga menghadirkan parade budaya, festival seni, serta pemilihan Putra Putri Ormawa Daerah.

Penutupan Gebyar Nusantara 2026 ditandai dengan prosesi pengguntingan pita yang dilakukan Menteri Kebudayaan bersama perwakilan pimpinan IPB University dan penyelenggara. Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Gebyar Nusantara 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti; Direktur Kemahasiswaan IPB University, Akhmad Arif Hadi; serta Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran, IPB University Alfian Helmi.

Menutup sambutannya, Menbud berharap semangat kebudayaan dapat terus dijaga oleh mahasiswa melalui karya, kegiatan, dan kolaborasi yang membuat kebudayaan semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Beliau juga berharap Gebyar Nusantara tahun berikutnya dapat semakin semarak dan berkontribusi bagi upaya pemajuan kebudayaan nasional Indonesia.(***)

Berita Lainnya