KARANGASEM – Lahan kebun mete seluas 1 hektar milik Nyoman Gomboh Arsana (45) asal Banjar Dinas Lebah, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, terbakar, Jumat (27/8/2021) malam.
Pemicunya diduga karena tersulut api putung rokok yang dibuang sembarangan oleh warga setempat.
Kebakaran lahan di lereng timur Gunung Agung itu bisa semakin cepat, karena kondisi lahan kering akibat musim kemarau panjang.
Selain membakar lahan mete, kobaran api yang besar juga membakar tanaman pohon jati dan mangga yang berada di lahan tersebut.
Tidak ada korban jiwa, kendati demikian kebakaran lahan mete milik Gomboh, memunculkan kerugian hingga Rp 500 juta.
Informasi yang dihimpun Sabtu 28 Agustus 2021 menyebutkan, kebakaran lahan mente tersebut pertama kali diketahui pemilik lahan I Wayan Gomboh.
Malam itu sekitar pukul 19.00 Wita, Dia hendak ke warung untuk membeli sembako.
Di tengah perjalanan Gomboh melihat ada kepulan asap dan kobaran api di lahan miliknya.
Gomboh lantas minta bantuan kepada warga yang melintas dijalan untuk memadamkan api yang lagi kalap dengan alat seadanya.
Upaya Gomboh dan warga untuk memadamkan amukan ai jago merah tidak membuahkan hasil.
Khawatir kebakaran akan merembet ke lahan milik warga yang lain, dia lantas mengontak Dinas Pemadam Kabakaran Karangasem untuk minta pertolongan.
Satu jam berselang dari laporan Gomboh, sekitar pukul 20.25 Wita, tiga unit mobil damkar tiba di lokasi dan langsung menjinakkan api.
Hasilnya, satu jam berjibaku, api akhirnya bisa dipadamkan.
Kadis Damkar Karangasem, I Nyoman Tari mengatakan, api memang berhasil dipadamkan.
Namun sebagian besar lahan mete beserta tanaman lainnya, seperti pohon jati dan mangga hangus terbakar, hingga memunculkan kerugian mencapai Rp500 juta.
“Fakta yang kami temukan, terdapat beberapa putung rokok. Kuat dugaan kebekaran ini dipicu api putung rokok yang dibuang sembarangan yang dibuang masyarakat yang melintas di lahan tersebut,” ujar Tari. (tio/bfn)











Komentar