oleh

Kapolda NTB Punya 17 Catatan Pasca IATC dan WSBK, Apa Saja?

MATARAM – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) melakukan analisa dan evaluasi (Anev) kegiatan Idemitsu Asia Talen Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK) Mandalika di Ballroom Lombok Astoria Hotel, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (26/11/2021).

Kegiatan itu dipimpin langsung Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Kapolda NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal SIK MH.

“Kegiatan ini untuk menyempurnakan kekurangan, dan ingin ada perbaikan mutu dari semua aspek, karena 2022, NTB akan jadi tuan rumah diajang yang lebih besar lagi, yakni MotoGP,” kata Kapolda NTB, Jumat (26/11/2021).

Kapolda NTB mempunyai 17 catatan penting yang harus menjadi perhatian bersama, ketika event digelar lagi di Pertamina Mandalika Internasional Street Circui.

Baca Juga:   Enea Bastianini Diharapkan Naik Podium di Seri Penutup MotoGP 2022

Terlebih lagi MotoGP yang direncanakan berlangsung Maret 2022.

Catatan yang dimaksud yakni, pengelolaan transportasi penonton, ticketing, parkir, penerangan di lokasi-lokasi parkir, stand kuliner, UMKM dan cenderamata.

Selain itu Kapolda ingin sign board diperbanyak, penyempurnaan drainase untuk mengantisipasi hujan lebat, dan penyempurnaan kenyamanan grand stand tempat penonton.

Pengamanan tier 1 dan paddock area pun perlu disempurnakan lagi, termasuk antisipasi hujan lebat oleh penyelenggara race.

Iqbal juga ingin masalah sosialiasi lebih maksimal. Baik dari segi pengamanan, seperti pengamanan event, prokes, transportasi bus, maupun tiketing parkir.

Baca Juga:   Perlu Fisik Bagus, Alex Sebut Cuaca Jadi Tantangan di Mandalika

Dia juga ingin masalah marketing, branding di masifkan. Penguatan dan perbaikan infrastruktur di dalam dan di luar sirkuit, penguatan di sektor transportasi bandara dan laut karena penonton MotoGP diprediksi 130.000 hingga 150.000 penonton.

Selanjutnya Kapolda NTB ingin media handling juga menjadi salah satu yang diperhatikan. Terakhir, masalah prokes dan vaksinasi harga mati.

Iqbal ingin stakeholder terkait duduk bareng membahas masalah yang ada, agar penangannya lebih maksimal pada perhelatan MotoGP 2022.

Terkait Protokol Kesehatan, dia ingin super ketat, karena masih pandemi. Ini, untuk mencegah penyebaran Covid-19 ketika terjadi peningkatan penonton pada perhelatan MotoGP tahun 2022.

Baca Juga:   PSSI Akan Evaluasi Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia Sekembali dari Dubai

Secara umum Kapolda NTB ingin semua sisi diperhatikan untuk mengahadapi event MotoGP tahun depan.

“Bayangkan, perhelatan MotoGP tahun depan penontonnya bisa enam kali lipat melebihi penonton IATC dan WSBK. Bisa di angka 130 hingga 150 ribu jumlah penontonnya,” kata Iqbal.

Dia ingin penyelenggaraan MotoGP tahun 2022 terlaksana dengan baik, dan lebih baik dari WSBK.

Pertemuan analisa dan evaluasi ini dihadiri Sekda NTB, Gita Ariadi, Kasrem, Danlanud Mataram, Danlanal, Kadishub, Kadinkes, PJU Polda NTB dan sejumlah stakeholder lain, tak terkecuali dari pihak ITDC. (has)

Berita Lainnya